Lintas Maluku

Pimpin Upacara HUT Brimob, Kapolri Tegaskan 45 Ribu Personil Brimob Siap Amankan Pilkada 171 Wilayah di Indonesia

23633328_1665588470131100_1319683656_o
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Drs Muhhamad Tito Karnavian dalam sambutanya selaku Inspektur Upacara(Irup), pada upacara peringatan HUT ke-72 Korps Brigade Mobil RI (Brimob) yang berlangsung di lapangan upacara Polda Maluku Letkol Purn Polisi CH Tahapari di Tantui Ambon, Selasa (14/11/2017).

Ambon, Maluku – Perayaan HUT ke-72  Korps Brimob Polri yang digelar di Kota Ambon, Provinsi Maluku ini, merupakan sebuah wujud pengabdian 70 tahun Korps Brimob Polri kepada Negera. Korps Brimob Polri memberikan apresiasi kepada Kota Ambon yang telah bersedia selaku penyelenggaraan pelaksanaan HUT Ke-72 di Kota Ambon tahun ini.

Kapolri mengingatkan, kedepan Polri juga diperhadapkan dengan Pilkada di 171 Wilayah di Indonesia, sehingga tantangan-tantangan konflik sangat cukup besar, karena adanya Polarisasi kekuatan dikalangan masyarakat dalam menentukan hak pilih. Untuk itu Polri sangat memiliki peran aktif dalam menjaga situasi dan gangguan Kamtibmas agar terjaga dengan baik dan terkendali. NKRI harus tetap berdiri, yang tentunya diperlukan peran penting dari Korps Brimob dengan kekuatan kurang lebih 45 ribu personil yang ada diseluruh Indonesia, menjadi salah satu tumpuan utama bagi Kepolisian untuk menjadi yang terbaik bagi bangsa ini.

“Polri harus berada pada posisi yang netral dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia ini. Saya tidak segan-segan menindak tegas Anggota Brimob yang bermasalah dan ribut dengan Anggota TNI, kalau ada anggota Brimob Polri yang melakukan kesalahan pasti akan ditindak tegas, bangun hubungan yang baik sebagai saudara dengan anggota TNI sebagai 2 pilar utama keamanan di Negara Kesatuan RI,” tegas Kapolri.

23600072_1665591553464125_1552852795_o

Kapolri Tito Karnavian didampingi Kakor Brimob Murad Ismail dan Gubernur Maluku Said Assagaff dalam Upacara Peringatan HUT Brimob Polri ke 72 di Ambon, Selasa (14/11/2017)

Hal ini tidaklah terlepas pisahkan dari pemilihan Kota Ambon sebagai pangkalan gerak untuk memback-up ganguan-ganguan keamanan di wilayah Indonesia Bagian Timur. Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Drs Muhhamad Tito Karnavian dalam sambutanya selaku Inspektur Upacara(Irup), pada upacara peringatan HUT ke-72 Korps Brigade Mobil RI (Brimob) yang berlangsung di lapangan upacara Polda Maluku Letkol Purn Polisi CH Tahapari di Tantui Ambon, Selasa (14/11/2017).

“ Cikal bakal pembentukan Korps Brimob yang telah memasuki usia 72 tahun yang awal dibentuk tanggal 14 November 1945 telah ada semenjak penjajahan Jepang dengan sebuatan Toku Betsu Eat Satsukae yang kemudian berubah nama menjadi Mobil Brigade. Brimob merupakan salah satu kesatuan yang sangat terlatih, dan dilatih untuk kemampuan para militer, berdisiplin dan terorganisasi baik Korps Brimob Polri merupakan Satuan Elit Kepolisian yang telah berkontribusi bagi Bangsa dan Negara, semenjak perjuangan kemerdekaan Indonesia,” tutur Jenderal berpangkat 4 bintang emas di Pundaknya itu.

Sang Jenderal Polisi menjelaskan, melalui cikal bakal pembentukan Korps Brimob yang telah ada semenjak Penjajahan Jepang itu, atas inisiatif dari Wakapolri yang saat itu dijabat oleh Komisaris Polisi Sumarto terus memperjuangkan Korps Brimob menjadi salah satu kesatuan yang sudah terlatih dan dilatih dan terorganisasi baik yang berperan aktif disegala lini dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Satuan Mobil Brigade juga terlibat langsung dalam aksi penumpasan pemberotakan di Indonesia diantaranya, PRRI Permesta, DI TII, masalah konfrontasi dengan Negara tetangga Malaysia yang saat itu ada dalam masalah Politik dan terlibat langsung dalam Operasi Irian Barat. Banyak sekali situs-situs dan monumen yang menggambarkan tentang keikut sertaan Korps Mobil Brigade dalam berbagai peristiwa bersejarah di Indonesia. Peranan serta Korps Mobil Brigade dalam mempertahankan kedaulatan NKRI sekaligus sebagai penjaga gangguan keamanan terutama yang berintensitas tinggi,” ungkap Jenderal bintang 4 yang pernah menjabat selaku Kapolda Papua itu.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah RI kepada Korps Brimob, tanggal 16 November 1961, Presiden pertama RI, Ir Soekarno menganugerahkan Nugraha Cakanti Yanautama sebagai penghargaan tertinggi dari Pemerintah RI atas pengabdian Mobile Brigade (Mobil Brigade) sebagai simbol, Negara dan Pemerintah RI dan Masyarakat Indonesia dalam menghargai akan kesetiaan Patriotisme yang ditunjukan oleh Mobile Brigade kepada bangsa dan negara Indonesia.

“ Ukiran prestasi yang ditorehkan oleh Korsp Brimob dimana pun bertugas hendaknya menjadi motivasi untuk mempertebal semangat pengabdian kepada masyarakat. Saat ini masyarakat menghendaki agar Polri menjadi Satuan yang betul-betul menjadi Polisi Sipil dan Brimob menjadi merupakan bagian penting dalam reformasi Polri menuju Polisi Sipil. Namun Korps Brimob karena tantangan tugas dan ganguan situasi keamanan yang ada, sehingga diperlukan postur para Militer, artinya Korps Brimob harus memiliki jiwa sebagai Polisi Sipil namun memiliki kemampuan  taktis para militer karena situasi ganguan keamanan yang memerlukan kehadiran, kemampuan teknis khusus menghadapi ganguan keamanan tersebut,” ucap Kapolri.

23600367_1665589320131015_2109084265_oKapolri mengatakan, dalam berbagai survei di masyarakat, Polri banyak mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir, sebelumnya Polri merupakan 3 Institusi di Indonesia yang tidak dipercayakan Publik, namun saat ini melalui berbagai perbaikan disemua jajaran berupa perbaikan komitmen, dan inovasi-inovasi perbaikan sistem lainnya, sehingga dari berbagai survei terakhir di masyarakat, Polri termasuk 4 Institusi yang dipercayakan publik.

“ Saya mengharapkan citra baik yang sudah menanjak ini, terus ditingkatkan oleh seluruh jajaran Kepolisian yang ada di Indonesia. Dengan jumlah 400 ribu personil satuan Polri yang ada diseluruh Indonesia, tentunya tidaklah mudah untuk dikelola, sehingga satu kesalahan akan berpengaruh kepada yang lain. Saya mengharapkan jajaran Korps Brimob memberikan kontribusi positif dalam rangka untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap Polri. Untuk itulah Korps Brimob harus betul-betul memahami konsep dan pemikiran promoter yaitu ingin mewujudkan kepercayaan Publik melalui peningkatan Profesionalisme dan Modernisasi,” Harapnya.

Dirinya menambahkan, saat ini tantangan yang dihadapi, pasti ada yang memerlukan kontribusi dari Korps Brimob mulai dari penanggulangan konflik sosial, kekerasan kelompok-kelompok kriminal bersenjata, yang memerlukan Brimob bukan sekadar Polisi biasa tetapi Polisi yang memiliki kemampuan para militer.

“ Bantuan-bantuan yang juga melibatkan Korps Brimob seperti, bencana alam melalui Search and Rescue seperti di Gunung Agung, Sinabung, tenggelamnya kapal, yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk Kepolisian dan Kepolisian sangat mengharapkan adanya kehadiran dari Korps Brimob dalam tugas-tugas yang mulia bagi Negara,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top