Seram Bagian Timur

Keliobas Kukuhkan Pengurus LP3KD SBT Di Kecamatan Kesui Watubela

SBT

SBT Bupati

Bula,Maluku- Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdul Mukti Keliobas secara resmi mengukuhkan pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Seram Bagian Timur. Pelantikan sekaligus rapat kerja badan pengurus LP3KD Kabupaten SBT tahun 2017 ini mengusung tema “Mari Katong Bersatu dan Bekerja Sama Membangun Negeri Tercinta “Gumumae Tawotu Wanue” bertempat dihalaman gereja Kristus Raja, Paroki ST. Yohanes Maria Vianney, Stasi Karlomin, desa Karlomin, Kecamatan Kesui Watubela pada Rabu, (29/11/2017).

Dalam sambutannya Keliobas mengatakan, pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Seram Bagian Timur merujuk pada amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) Republik Indonesia nomor 35 tahun 2016 yang mengatur tentang lembaga pembinaan dan pengembangan pesta paduan suara gerejani Katolik atau pelaksanaan pesparani tingkat nasional. Dalam peraturan tersebut secara langsung mengakomodir wahana pembinaan umat Katolik di Indonesia.

“Demikian dikabupaten Seram Bagian Timur, dinegeri Ita Wotu Nusa ini, kita juga akan menunjukkan bahwa bukan hanya ada MTQ atau pesparawi namun kini telah dibentuk lembaga pengembangan Pesparani yang siap tampil dalam kancah provinsi bahkan ke tingkat nasional, “katanya.

Dikatakan, pembentukan lembaga tersebut wahana bagi pelaksanaan pesta paduan suara gerejani umat Katolik didaerah itu. Selain itu, Lembaga yang baru dibentuk itu sangat mempunyai peran penting bagi pengembangan keimananan umat dan menjadi tradisi dalam kehidupan liturgi gerejani didaerah yang dijuluki “Ita Wotu Nusa” itu.

“Untuk itu selaku bupati mengajak umat Katolik untuk bersinergi bersama Pemerintah serta berbagai pihak terkait, kiranya dapat terus terbina kehidupan keagamaan umat demi terwujudnya masyarakat Katolik yang beriman, berakhlak mulia dan bermoral serta terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan dasar negara kita Pancasila, “ujarnya.

Mantan ketua DPRD SBT ini berharap, lembaga yang baru dibentuk itu segera berbenah diri menyiapkan peserta asal SBT untuk diikutkan dalam ajang festival Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional yang akan digelar dikota Ambon pada Oktober 2018 mendatang. Untuk itu, Keliobas meminta pengurus LP3KD segera berkordinasi dengan instansi terkait dalam mempersiapkan kontingen Pesparani asal kabupaten SBT.

“Dengan waktu yang cukup panjang ini silahkan berkordinasi dan melakukan komunikasi aktif bersama instansi dan lembaga terkait kiranya kita dapat mengirimkan peserta terbaik pada festival pesparani 2018 dari kabupaten SBT, dan bukan hanya sebagai penggembira namun harus mampu merebut gelar-gelar terbaik dalam ajang festival tersebut, “ungkap orang nomor satu di SBT itu mengakhiri sambutannya sekaligus membuka kegiatan yang disertai rapat kerja lembaga tersebut.

Sementara itu, Keuskupan Amboina yang diwakili oleh pastor Pius Lawe dalam sambutannya mengaku, sangat bersyukur keberagaman umat beragama sangat terjalin baik didaerah itu. Ini terbukti dengan turut sertanya umat muslim dari sejumlah desa dalam membantu terlaksananya acara tersebut.

“Siang hari ini kita mengalami satu dialog kehidupan, meskipun Katong (kita) semua berbeda tapi kita tetap ada dan bekerjasama dalam dukungan Pemerintah daerah yang luar biasa. Oleh karena itu, kita patut bersyukur, “ungkap pastor Lawe.

Tak hanya masyarakat, menurut pengurus LP3K Provinisi Maluku ini, rasa kebersamaan yang tinggi juga ditunjukkan Pemerintah daerah setempat, meski mayoritas penduduknya beragama muslim namun dukungan terhadap pembentukan pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) didaerah sangat luar biasa. Ditunjukkan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan bupati bernomor 113 tentang pembentuk lembaga tersebut.

“Dan syukur kita pula, karna bapak bupati sudah rela membuat satu SK untuk adanya LP3KD diresmikannya siang hari ini dan akan mendukung setiap langkah gerak kerja mereka, kita bersyukur untuk semuanya, “katanya.

Pastor Lawe berharap, lembaga yang dibentuk itu bisa bekerja secara baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan. Dia juga berpesan, lembaga yang menjadi wadah bagi umat Katolik itu tidak dijadikan sebagai tempat untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama terutama saling cemburu dan iri hati sesama umat.

“Apalagi ada nama Katolik dibelakangnya. lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani jangan dijadikan sebagai lembaga PP yang lain, pertengkaran, korupsi, saling iri hati, cemburu dan lainnya. Ini bukan hakekat dari lembaga LP3K, “harap pastor Lawe.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP3KD kabupaten SBT, Xaverius Sagat mengaku sangat berterima kasih, lantaran pelaksanaan acara tersebut mendapat perhatian semua pihak terutama umat muslim yang ada dipulau Kesui. Ini terbukti dengan dukungan fisik yang diberikan hingga suksesnya acara tersebut.

“Terima kasih kepada Basudara muslim di Keldor, Kelyaur, Rumadurun dan Otademan yang telah mendukung kami dengan menyumbangkan tenaga fisik maupun sarana dan prasarana guna menyukseskan acara ini, “ungkap Sagat dalam sambutannya.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ketua panitia pelantikan pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) yang diketuai oleh Taher Rumasera yang merupakan seorang muslim namun rela meluangkan waktu untuk menyiapkan acara tersebut.

“Upaya bagi terselenggaranya momentum spesial ini tidak terlepas dari keterlibatan dan campur tangan berbagai pihak yang telah mendukung kami dengan caranya masing-masing. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, mewakili seluruh anggota Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) kabupaten SBT dan seluruh umat Katolik di paroki ini, mulai dari Werinama, Bula, Geser, Gorom, Kesui dan Teor dari hati yang tulus ijinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan dan partisipasinya, “ucap Sagat menutup sambutannya.

Selain dihadiri bupati SBT, kegiatan pelantikan itu juga dihadiri wakil ketua DPRD SBT, Abdullah Kelilauw, Wakapolres SBT, Umar Kilian, Dandim penghubung, Mayor inf. D.Mado dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup Pemerintah kabupaten SBT. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top