Hukum & Kriminal

Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Guru Agama SBT Masuk Meja Jaksa

1437383933

Ambon, Maluku – Setelah melalui rangkai penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi, berkas kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka Ismail Kasongat (53 tahun) oknum guru Agama SD Alhilal Kellu, Desa Kellu Kecamatan Geser, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT) kepada korban almarhum Z.R.R (12 tahun), siswi SD Alhilal Kellu yang terjadi pada tanggal 21 Oktober 2017, akhirnya dilimpahkan kepada jaksa, oleh Penyidik Polsek Geser, Polres Seram Bagian Timur (SBT) untuk diteliti dan diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Masohi.

Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Satuan Resere Kriminal Polres Seram Bagian Timur (SBT), IPTU La Beli, SH, MH kepada Intim News melalui pesan seluler, Jumat (17/11/2017).

“ Untuk kasus tindak pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka Ismail Kasongat (53 tahun) oknum guru Agama SD Alhilal Kellu, Desa Kellu, kepada korban almarhum S.R.R (12 tahun), siswi SD Alhilal Kellu, Jumat (10/11/2017), pukul 11.30 WIT (jam setengah 12 siang) telah dilakukan penyerahan berkas terkara (tahap -I) dengan surat Kapolsek Geser nomor : T /02/XI/2017/ Polsek tanggal (10/11/2017) ke kantor Kejaksaan Negeri Masohi, Cabang Geser, dalam perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak,” tutur Perwira pertama Satreskrim Polres SBT berpangkat Inspektur Polisi Satu itu.

Perwira berpangkat 2 balok emas dipundaknya itu lanjut mengatakan, untuk kasus tindak pidana percabulan anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) dan (2) jo pasal 76E UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang 23 tahun 2002 yang telah diubah dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dan atau pasal 290 ayat (2) KUH Pidana dan atau pasal 294 ayat (1) KUH Pidana dengan tersangka Ismail Kasongat terhadap diri korban Z.R.R.

“ Selanjutnya pada pukul 14.30 Wit Penyidik Polsek Geser menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan(SP2HP) kepada orang tua korban yang tinggal di Desa Densel Kecamatan Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Untuk kasus tindak pidana pencabukan anak dinawah umur ini,pihak Penyidik Polsek Geser telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 saksi yaitu,2 orang saksi dari keluarga korban dan 2 orang saksi dari pihak guru SD Alhilal Kellu,” ungkap IPTU La Beli.

Sementara itu Kepala Cabang Geser Kejaksaan Negeri Masohi Ruslan Marasabesy,SH yang dikonfirmasi Intim News, melalui ponsel seluler, Jumat (17/11/2017) menjelaskan, terkait dengan berkas tahap-1 kasus tindak pidana pencabulan anak, Penyidik Cabang Geser Kejaksaan Negeri Masohi telah menerima tahap -1 yang dikirim oleh Penyidik Polsek Geser.

“ Penyidik Pidana Umum Cabang Geser Kejari Masohi telah menerima berkas tahap-1, kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur yang dikirim oleh Penyidik Polsek Geser dan direncanakan Senin, (20/11/2017) berkas tahap-1 telah usai diperiksa dan diteliti oleh Penyidik dan akan dikembalikan ke Penyidik Polsek Geser untuk dilengkapi ke tahap-2 yang direncanakan bulan Desember 2017 akan digelar sidang kasus di Bula, Kabupaten SBT,” tutur Kacabjari Geser. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top