Lintas Maluku

Gaharu Bernilai Ekonomis, Komisi B Dorong Dibuat Perda

23845112_1960115067584230_1841118763_n

Ambon, Maluku – Nilai ekonomis pemanfaatan Gaharu atau Aquilaria Malaccensis yang sangat besar, mengunggah cara berpikir para Wakil Rakyat khususnya Komisi B DPRD Maluku, agar dibuat dalam Perda. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi B, Wellem Watimena kepada wartawan di Ruang Komisi B, Kamis (23/11/2017), usai rapat kerja bersama para mitra dan munculnya pembahasan tentang Gaharu.

Menurut Watimena, Kayu Gaharu merupakan kayu yang sangat baik dan sangat luar biasa kegunaannya, antara lain bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Sebut politisi Partai Demokrat Maluku ini, apalagi selain kayu Gaharu, daun serta batangnya itu sangat berguna sekali. Yang pertama untuk penyakit- penyakit yang ada di tubuh kita, contohnya, asma dan batuk-batuk. Sedangkan untuk kayunya itu juga banyak dipergunakan oleh produsen- produsen minyak wangi yang terbesar di dunia, dengan memakai kayu tersebut sebagai bahan dasar.

23899459_1960115080917562_1887589177_n“ Jadi, Saya berharap sebagai Pimpinan Komisi dan sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat Maluku, kita akan mendorong pembentukan Ranperda untuk kayu gaharu,” tandasnya.

Karena menurut penilaian anggota Legislatif dapil Maluku Tengah ini, dirinya berpikir daripada banyak orang-orang yang salah mempergunakan, banyak orang-orang yang menjual kayu-kayu tersebut dengan harga yang murah, kalau bisa ke depan ada semacam standarisasi untuk penjualan daun dan batang, daripada pohon gaharu.

“ Harus dibuat Perda untuk apa tanaman tersebut. Saya berharap, komisi dalam waktu dekat akan memperkenalkan kepada publik untuk kegunaan daripada apa kayu gaharu yang dimaksud. Selain itu, dibudidayakan agar mulai dari kayu lapisan tengah pohon, batang, daun dan bijiny itu demi peningkatan ekonomi kerakyatan masyarakat Maluku, khususnya masyarakat yang mendiami wilayah dimana Gaharu tersebut tumbuh. Karena, nilai ekonomisnya sangat menjanjikan,” Jelas Wattimena.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Sadly I E, ketika dikonfirmasi mengatakan, bisa dibilang Gaharu harus dijual di mana dan pasar itu di mana. Karena mekanisme pasar, penjual mau cari pembeli dengan nilai beli yang tinggi.

“ Tapi, yang dimaksud dengan Gaharu ini adalah pengembangan gaharu yang lewat budidaya maupun lewat inokulasi. Ada potensi-potensi pohon gaharu di Maluku, yang cukup banyak. Kalau gaharu yang asli itu nilai jualnya tinggi, dengan nominal berkisar diatas Rp.5 juta untuk tiap kilogramnya, ini yang kita dorong,” ungkap Kadishut.

Sadly I E juga menambahkan bahwa ini yang akang didorong dengan lakukan inokulasi. Jika ada daerah-daerah yang memungkinkan untuk pengembangan budidaya gaharu, itu yang akan didorong.

“ Gaharu memang sangat menjanjikan, kalau kedepan kita bisa dorong dalam jumlah yang banyak. Selain menunggu waktu produksinya, daunnya bisa diolah dan dijadikan daun teh. Buahnya bisa dijadikan kopi,” sebutnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top