Hukum & Kriminal

Di Ambon Polisi Sita Puluhan Burung Illegal

burung nuri

Ambon,Maluku – Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpol Air) Polda Maluku kembali mengamankan 2 buah kapal masing-masing Long Boat pengakut ratusan liter minuman keras illegal, dilokasi perairan Seram, Maluku, dan Kapal Intim Teratai yang membawa burung Nuri Maluku (Elasbornea) yang tidak memiliki dokumen-dokumen ijin dari Balai Penangkaran hewan Provinsi Maluku di pelabuhan Slameth Riyadi, Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku AKBP Abner Richard Tatuh, kepada Wartawan di ruangan kerjanya, Jumat (17/11/2017), menjelaskan penangkapan kapal Long Boat pembawa ratusan minuman keras illegal ditangkap bersama 4 anak buah kapal (ABK) oleh Kapal Patroli (KP) XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku pada posisi koordinat 2®, 46.266 S®-129®03.353, kurang lebih 5 mil dari lepas pantai di perairan Desa Aki Ternate, Kecamatan Seram Utara Timur, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin (13/11/2017).

Kejadiaannya berawal dari KP XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku yang saat sedang berpatroli pada posisi koordinat 2®, 46.266 S®-129®03.353, kurang lebih 5 mil dari lepas pantai diperairan Desa Aki Ternate, Kecamatan Seram Utara Timur, Kabupaten Maluku Tengah pada Senin (13/11/2017), sekitar pukul 06.30 WIT mendeteksi 1 buah kapal long boat berwarna hijau melintasi perairan Desa Aki Ternate. Setelah diperiksa melalui radar pengendali crew KP XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku,menemukan ada barang-barang yang mencurigakan yang dimuat oleh kapal long boat tersebut, sehingga cruw KP XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku akhirnya melakukan pengejaran terhadap kapal long boat.

“Setelah berhasil menghentikan laju kapal long boat tersebut, anggota cruw KP XVI-2005 Dit pol Air Polda Maluku akhirnya naik ke atas kapal dan melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang dimuat di atas kapal long boat tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakoan oleh anggota cruw KP XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku berhasil menemukan 100 jerigen ukuran 30 liter sebanyak 3000 liter berisi minuman keras tradisional jenis sopi dan minuman keras jenis Bir sebanyak 17 karton yang sudah dikemas didalam karung sebanyak 8 karung,” ucap Perwira menengah Polda Maluku berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi itu.

Perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi itu mengatakan, dengan barang bukti yang ditemukan oleh anggota crew KP XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku, Komandan KP XVI-2005 Dit Pol Air Polda Maluku mengarahkan kapal long boat tersebut ke pelabuhan Piru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dit Pol Air Polda Maluku.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, Penyidik Dit Pol Air Polda Maluku akhirnya mengamankan 4 orang pelaku berinisial: A.W Alias B (31 tahun), M.A alias A (23 tahun), A alias  P (18 tahun) dan LU (26 tahun), beserta barang bukti berupa miras jenis sopi sebanyak 100 jerigen ukuran 30 liter sebanyak 3000 liter dan miras jenis bir sebanyak 17 karton yang sudah dikemas dalam karung 8 karung.  Ke 4 pelaku yang kini diamankan di rumah tahanan Ditpol Air Polda Maluku Maluku disangkakan dengan pasal 135 jo pasal 71 ayat (2) Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun,” ungkap AKBP A.R.Tatuh.

Lebih lanjut dikatakan, selain mengamankan Kapal Long Boat pembawa ratusan miras illegal, Anggota Dit Pol Air Polda Maluku juga berhasil mengamankan puluhan ekor burung nuri Maluku (Elasbornea) yang tidak memiliki dokumen-dokumen ijin dari Balai Penangkaran Hewan Provinsi Maluku, yang dimuat di Kapal Intim Teratai yang sedang bersandar dipelabuhan Slmeth Riyadi, Kota Ambon.

Kejadiannya berawal ketika, Brigpol Mohhamad Nurdin Anggota Dit Pol Air Polda Maluku yang sementara melaksanakan piket jaga kapal KP XVI-1010, yang berada di pelabuhan Slamet Riyadi, Senin (13/11/2017), melakukan patrol di seputaran pelabuhan Slamet Riyadi, mendengar banyak kicauan burung yang berasal dari KM. Intim Teratai.

“ Mendengar adanya banyak kicauan burung nuri dari kapal Intim Teratai tersebut, Brigpol Mohhamad Nurdin pin memanggil Bharatu Fandi Sompo untuk  bersama-sama naik ke atas kapal KM Intim Tertai untuk mengecek kelengkapan dokumen-dokumen ijin dari pemilik puluhan burung nuri Maluku tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Usman Mukadar (53 tahun) sang pemilik burung nuri Maluku mengakui membawa puluhan ekor burung nuri Maluku tanpa ada dokuemn resmi dari Balai Penangkaran Hewan Provinsi Maluku,”Tuturnya.

Ditambahkannya, Usman Mukadar pun akhirnya dibawah ke Kantor Dit Pol Air Polda Maluku untuk diperiksa terkait dengan dokumen-dokumen ijin  dari Balai Penangkaran Hewan Provinsi Maluku terhadap ratusan burung Nuri Maluku yang dibawah olehnya di atas Kapal KM Inti Teratai.

“ Perbuatan Usman Mukadar disangkakan dengan pasal 21 ayat (2)huruf (a) jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 05 tahun 1990 tentang konservasi sumerdaya alam hayati dan ekosistem dengan ancaman pidana penjara 5 tahun,”Tandasnya.(IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top