Hukum & Kriminal

Di Ambon, Gadis 7 Tahun Dicabuli Kakak Sepupu

ilustrasi

Ambon, Maluku – Hendak membuang hajat di sungai pada malam hari, korban Z.T (7 tahun) seorang gadis dibawah umur yang merupakan warga Kampung Rinjani RT 006/RW 016, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dicabuli oleh L.T lelaki yang tak lain merupakan kakak sepupunya sendiri.

Kasat Reserse dan Kriminal Polres P.Ambon dan P.P.Lease, AKP Teddy, SH, S.I.K kepada Wartawan diruangan kerjanya, Kamis (2/11/2017) mengungkapkan, kasus pencabulan anak dibawah umur terjadi, Selasa (31/10/2017) pukul 00.00 WIT (Jam 12 malam).

Dikronologikan, kejadian berawal ketika ibu korban, M.O (31 tahun) yang saat itu sedang duduk makan bersama dengan korban, namun korban yang tiba-tiba mengalami sakit perut meminta pamit oleh ayah dan ibunya untuk keluar sesaat untuk membuang hajat (buang air besar) di aliran sungai yang berada di kampung rinjani.

“Sesaat setelah pamitan dari ibunya, korban yang masih ditunggu oleh ayah dan ibunya di meja makan tak kunjung kembali. Merasa cemas dengan sang putri yang berpamitan untuk buang hajat namun belum juga kembali, membuat ayah dan ibu korban memutuskan untuk berhenti makan malam dan kemudian mencari putri mereka di seputaran bantaran sungai yang ada di Kampung Rinjani. Sang ayah dan ibu yang cemas karena belum menemukan korban, ayah dan ibu korban terus memanggil-manggil nama korban di sepanjang aliran sungai,” tutur Perwira pertama Satreskrim Polres P.Ambon.

Lebih lanjut dikatakan,setelah melakukan pencarian korban, ayah dan ibu korban sempat melihat pelaku L.T sedang berjalan dari arah talud yang ada disepanjang bentaran sungai di kampung Rinjani. Selang 5 menit setelah melakukan pencarian dengan memanggil-manggil korban, ayah dan ibu korban akhirnya mendengar suara korban disalah satu rumah di dekat talud yang ada di sekitar bantaran sungai.

Melihat anak mereka yang berdiri dalam kebingungan, ayah dan ibu korban pun membawa pulang korban ke rumah mereka untuk melanjutkan makan malam bersama dengan ayah dan ibunya.

“Setelah dibawah oleh ayah dan ibu korban ke dalam rumah, ibu korban pun kaget melihat darah segar yang keluar mengalir dari selangkangan paha korban. M.O ibu korban yang penasaran melihat darah segar yang keluar dari selangkangan putrinya,akhirnya menyuruh putrinya untuk membuka pakaian dan celananya. Setelah seluruh pakaian putrinya dibuka, M.O sang ibu korban pun kaget melihat alat kelamin sang buah hatinya mengalami perdarahan. Melihat alat kelamin putrinya berdarah, M.O akhirnya membujuk sang putrinya agar dapat memberitahu siapa pelaku pencabulan dirinya. Dengan menangis, sang putri mungil akhirnya memberitahu kalau L.T kakak sepupu korban adalah pelakunya,” jelas Kasat.

Mendengar kisah pilu yang disampikan oleh sang buah hatinya, Rabu (1/11/2017) pukul 09.30 WIT (Jam setengah sepuluh pagi) Ibu korban mendatangi Polres P.Ambon dan P.P.Lease untuk melaporkan peristiwa yang dialami putrinya.

Kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilaporkan M.O ibu korban, teregister dalam Laporan Polisi nomor :LP/634/XI/2017/Maluku/Res Ambon.

“Kasus pencabulan yang dilakukan oleh pelaku L.T kepada korban Z.T disangkakan dengan pasal 82 Undang-Undang (UU) RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, atau pasal 290 KUHPidana tentang pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,”ujar Kasat Reskrim Polres Ambon.

Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease Bripka Orpah Jambormias yang dikonfirmasi Intim News diruangan kerjanya, Kamis (2/11/2017) mengatakan, terkait dengan kasus pencabulan anak dibawah umur di Kampung Rinjani RT 006/RW 016, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, pihak Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P Lease telah mengamankan pelaku L.T dirumahnya di Kampung Rinjani RT 006/RW 016, dan saat ini telah mendekam di rumah tahanan Polres P.Ambon dan P.P Lease untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P. Lease. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top