Hukum & Kriminal

BNN, Bekuk Residivis dan Bandar Narkoba Kelas ‘Kakap’ di Maluku

23634117_1666637156692898_120330116_o
bandar narkoba berinisial G.T alias G (31 tahun), bersama 3 kurir dibekuk BNN Maluku

Ambon, Maluku – Sebagai bukti pertanggung jawaban Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku kepada Masyarakat Maluku dalam memberantas pengedaran narkotika di Provinsi Maluku, BNN Provinsi Maluku berhasil melakukan penangkapan terhadap salah seorang Bandar narkoba yang menguasai peredaran narkoba di Provinsi Maluku.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku, Brigjen Pol Drs A Rusno Prihardito yang didamping oleh Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNN Provinsi Maluku kepada Wartawan dalam realesenya di Kantor BNN Provinsi Maluku, Rabu (15/11/2017), mengatakan melalui operasi senyap yang dilakukan oleh Tim BNN Provinsi Maluku disalah satu hotel ternama di Kota Ambon, Tim BNN Provinsi Maluku berhasil menangkap salah seorang bandar narkoba berinisial G.T alias G (31 tahun).

“ Tersangka G.T (31 tahun) merupakan otak dan pemasok narkoba di Maluku. Dalam penangkapan tersebut tim gabungan BNN Provinsi Maluku dan Ditersnarkoba Polda Maluku berhasil menyita barang bukti berupa paket narkoba jenis sabu-sabu dari tangan tersangka. Tersangka Bandar Narkoba tersebut telah menjadi target operasi dari anggota BNN Provinsi Maluku yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Maluku dan Polres P.Ambon dan P.P Lease selama 1 tahun di Kota Ambon,” tutur Jenderal berpangkat Bintang Satu itu.

23627145_1666636816692932_46752489_oJenderal Bintang satu itu, menjelaskan setelah dilakukan pencarian oleh Tim BNN Provinsi Maluku selama 1 tahun, tersangka Bandara Narkoba yang sering berpindah pindah tempat tersebut akhirnya yang berhasil diringkus oleh Tim gabungan BNN Provinsi Maluku dan Ditresnarkoba Polda Maluku pada Bulan Oktober 2017.

“Sang Bandar Narkoba yang ditangkap oleh Tim Gabungan BNN Provinsi Maluku, merupakan mantan narapidana pembunuhan tahun 2011 di Jakarta. Dalam penangkapan tersebut tim gabungan BNN Provinsi Maluku berhasil menyita barang bukti berupa paket narkoba jenis sabu dari tangan tersangka,”ucap Brigjen A. Rusno Prihardito.

Lebih Lanjut dikatakan, sesuai dengan pengembangan pemeriksaan terhadap tersangka Anggota BNN Provinsi Maluku juga berhasil menangkap 3 orang kurir yang masing-masing berinisial DN Alias D (22 tahun), DK alias D (26 tahun) dan C.Kalias T (18 tahun).

“ Tersangka DN Alias D (22 tahun) merupakan seorang perempuan, DK alias D (26 tahun) merupakan seorang Mahasiswa dan C.K alias T (18 tahun) Warga Kamariang, Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Dari pengembangan dan penangkapan terhadap 3 orang kurir narkoba tersebut, Anggota BNN Provinsi Maluku berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa alat timbang sabu, 45 paket sabu-sabu dengan berat 45 gram yang sesuai hasil timbangannya 1 paket sabu beratnya 1 gram dengan nilai pasar yang dijual dengan harga Rp 2 juta sampai dengan Rp 3 juta, tiap gram paket sabu di Maluku. Sasaran penjualan sabu yang dijual oleh tersangka bersama dengan kurirnya di Maluku adalah para Pelajar, Mahasiswa dan pekerja,”Ungkapnya.

Sang Jenderal Bintang satu di pundaknya itu mengatakan, pihak BNN Provinsi Maluku juga akan terus melakukan pengembangan kasusnya bersama Ditresnarkoba dan Satresnarkoba Polres P.Ambon dan P.P.Lease dan Korps Brimobda Maluku untuk nanti saatnya dilakukan penangkapan terhadap barang bukti yang lebih besar lagi.

Pihak BNN Provinsi Maluku juga masih terus melakukan pencaharian terhadap pelaku pemasok narkoba dari Jakarta ke Maluku. Tugas BNN Provinsi Maluku tidak hanya berhenti sampai disini, BNN Provinsi Maluku terus melakukan penuntasan dan pengejaran para pelaku Bandar dan pengedar narkoba di Maluku sampai ke akar-akarnya.

“Untuk penangkapan terhadap tersangka C.T alias T yang ditangkap 2 bulan terakhir oleh Anggota BNN Provinsi Maluku. Dari penangkap terhadap tersangka C.T alias oleh Anggota BNN Provinsi Maluku berhasil menyita barang bukti, berupa timbangan sabu, 1 buah Iphone,3 buah HP Samsung, sekop sebesar menyerupai selang pipet yang digunakan tersangka untuk mengisi sabu ke dalam bungkusan paket. Tersangka menjual sabu untuk menghidupi keluarganya, karena saat ditangkap tersangka C.T alias T bukan pemakai tetapi sangat profesional. Ancaman kepada yang bersangkutan dijerat dengan penjara paling lama 20 tahun penjara pasal 114 ayat 1 dan ayat 2 UU Narkotika, pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 1 demikan dengan jaringannya dengan denda sebesar 50 Juta,”Ucapnya.

Dirinya mengatakan, selain itu berdasarkan informasi yang didapat oleh Anggota BNN Provinsi Maluku saat melakukan penangkapaan terhadap tersangka C.T alias T, pihak BNN Provinsi Maluku juga akan melakukan recoveri dan penertrasi tehadap tersangka beserta saudara dan kerabatnya yang ada di Desa Kamarian Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang sering mendapat kiriman sabu dari Kampung Ambon yang ada di Jakarta.

“ Kamariang di sebut-sebut sebagai Kampung di Pulau Ambon yang belum di tembus oleh aparat pasalnya dari informasi pemeriksaan terhadap tersangka C.T Alias T mengakui sering menerima kiriman paket sabu dari Kampung Ambon yang ada di Jakarta yang kemudian di edar dan dijual oleh tersangka kepada masyarakat yang ada di Desa Kamaring Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB,”Ungkapnya.

Ditambahkannya, dari hasil penyelidikan pihak BNN Provinsi Maluku, pemasaran narkoba jenis sabu di Maluku mencakup dari Kota Ambon, Kabupaten MalukuTenggara dan Kapubaten Kepulauan Aru dan MTB.

“ Barang bukti yang berhasil disita dari tangan 4 tersangka berupa, 45 paket sabu, 1 timbangan sabu, sepeda motor yang digunakan tersangka untuk mengantar sabu, 1 loker brangkas kecil untuk menyimpan sabu dengan kode rahasia dari tersangka, Surat Tanda Kendaraaan bermotor, 5 buah ATM tersangka, HP, Kunci motor,” tandas Sang Jenderal. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top