Hukum & Kriminal

2 PNS Kabupaten Buru Di Cecar Penyidik Kejari Namlea

kasus-korupsi-raskin-di-desa-tanjung-sari-jaksa-menilai-vonis-hakim-terlalu-ringan-alasannya-begini-01

Ambon,Maluku- Kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan Water Front City, Kota Namlea Kabupaten Buru terus digulirkan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku dan Penyidik Kejaksaan Negeri Namlea. Satu demi satu saksi dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kabupaten Buru maupun pihak Kontraktor, juga Sharan Umasugi, Adik kandung Bupati Buru, berganti diperiksa oleh tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku dan Kejaksaan Negeri Namlea.

Kepala Seksi Penerangan dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Sami Sapulete kepada Wartawan di ruang Pers Kejati Maluku,Jumat (24/11/2017) mengatakan, untuk pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan proyek pembangunan Water Front City (WFC), Namlea Kabupaten Buru, Penyidik Kejaksaan Negeri Namlea telah mengagendakan pemeriksaan 2 saksi dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Buru.

“Untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan proyek pembangunan Water Front City, di Kota Namlea Kabupaten Buru, Penyidik Kejari Namlea hari ini telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 org saksi atas nama: B.L, PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buru, yang diperiksa oleh diperiksa oleh Kasipidsus Kejari Namle R. Sampe dari pukul 09.30 wit, rehat pukul 12.00 WIT dan dilanjutkan pukul 16.00 WIT sampai dengan pukul 16.40 WIT, dengan 20 pertanyaan yang dilayangkan oleh Kasipidsus R. Sampe kepada saksi B.L. Selain saksi B.L, Kasipidsus Kejari Namlea, R Sampe juga melakukan pemeriksaan kepada H.S, PNS Pemda Kabupaten Buru, yang diperiksa dari pukul 15.10 WIT sampai, pukul 16.00 WIT dan dicecar 5 pertanyaan,” Ungkap Sapulete. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top