Militer

Taushiyah Kodam XVI/Pattimura, Wujudkan Emas Putih Perdamaian Di Maluku

22522547_1633496663340281_1894210361_o

Ambon, Maluku – Pepatah potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng di bagi dua, menggambarkan slogan perdamaian kehidupan persaudaraan antara umat beragama di Maluku yang terus digaungkan pasca dilanda konflik kemanusian pada beberapa tahun silam.

Masyatakat Maluku yang dulunya bertikai, kini telah memiliki kesadaran batin yang mampu menciptakan perdamai di tanah leluhur yang berjuluk Negeri Raja-Raja ini. Ungkapan inilah yang di sampaikan salah satu Tokoh perdamain Maluku Dr Abidin Wakano M.Ag selaku perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku dalam acara Taushiya oleh DR .K.H Aswin R.Yusuf kepada TNI, Polri, Pemda Maluku dan Masyarakat Maluku, dengan tema ‘Agama Budaya Perdamaian Dan Ekosistem’ yang berlangsung di Baileo Slameth Riyadi Makorem 151/Binaiya,  (15/10/2017).

” Perwujudan perdamain di Maluku terus digalahkan oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo l untuk bersama-sama menjaga dan membina kehidupan masyarakat Maluku yang aman dan damai melaui Program emas biru dan Program Emas Hijau untuk mensejahterahkan masyarakat Maluku sehingga terwujudnya emas putih perdamaian bagi kehidupan umat beragama yang ada di Maluku,” tutur Tokoh Perdamain Maluku Jebolan Fakultas Tarbiyah IAIN Ambon itu.

22522158_1633495923340355_652357047_oDikatakannya, pluralisme kehidupan beragama yang terus di bina dalam bingkai perdamain itulah, menjadikan Maluku sebagai salah satu Provinsi yang terkenal dengan Laboratorium perdamaian dunia bagi semua umat beragama yang ada di dunia. Selain itu Ketua DPP Jamaah Islamiyah Prof DR Imam Suprayogo dalam sambutannya mengatakan sebagai salah satu kebutuhan rohani bagi Umat Muslim kegiatan Tausiyah dilakukan melalui berdakwa, yang mana kegiatan tersebut sudah dilakukan di 22 Provinsi yang didalamnya tergabung semua organisas-organisasi Muslim yang ada di Indonesia seperti, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadatul Ulama (NU) dan beberapa organisasi Muslim lainnya.

“Tausiyah Jam’iy, Yatul Islamyah yang dilakukan oleh DR .K.H Aswin R.Yusuf merupakan sebuah titah yang diterimah oleh DR .K.H Aswin R.Yusuf ketika dirinya berkunjung ke kabah suci di Mekah Arab Saudi. Dari titah tersebutlah kegiatan Tausiyah Jam’iy, Yatul Islamyah terus dilakukan oleh DR .K.H Aswin R.Yusuf dibeberapa daerah dan Provinsi di Indonesia tentang indahnya kerukunan dan perdamaian di antara kehidupan beragama di Dunia khususnya di Indonesia,” tutur Sang Guru besar dari DPP Jamaah Islamiyah.

Dirinya menambahkan apa yang disampaikan dari kedua Tokoh Muslim yang telah memaparkan tentang kehidupan kerukunan umat beragama di Maluku dan Indonesia, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, mengawali sambutannya, dirinya memberikan apresiasi terhadap Dr Abidin Wakano,M.Ag yang merupakan salah satu tokoh perdamain Maluku yang telah bersama-sama dengan tokoh agama yang ada di Maluku menyuarakan seruan perdamaian di Maluku kepada semua orang.

Inilah yang menjadikan Maluku sebagai salah satu contoh Kota teladan kerukunan umat beragama yang perlu di pelajari oleh kota-kota lain yang ada di Provinsi di Indonesia.

” Sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura, Saya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Tausiyah Jam’iy, Yatul Islamiyah yang dilakukan di Kota Ambon Provinsi Maluku, semoga lebih mempertebal keimanan dan ketakwaan Umat Muslim yang ada di Maluku ini untuk bersama-sama dengan umat beragama lain dan juga TNI/Polri dalam menjaga dan memelihara peradamain di Negeri yang berjuluk Siwalima ini,”tutur Jenderal berpangkat 2 Bintang emas di Pundaknya itu.

Selain itu DR .K.H Aswin R.Yusuf dalam Tausiyahnya mengatakan, kehidupan damai diantara umat bergama di Indonesia khususnya yang ada di Maluku, bila dilakukan secara batiniah sudah tentunya pasti akan merasakan apa yang dirasakan sebagai sesama manusia dalam menjaga perdamaian, seperti yang tertuang dalam slogan pepatah orang Maluku potong di kuku rasa di daging,ale rasa beta rasa dan sagu salempeng di bagi dua.

” Tak ada ajaran agama di dunia manapun yang mengajarkan tentang kebencian dan permusuhan di antara sesama Manusia, kehidupan kerukunan dan kedamaian umat beragama tercermin dalam Roh yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalu pendekatan batiniah di antara sesama manusia,” ucap Doktor Alumni Universitas Indonesia itu. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top