Hukum & Kriminal

Tak Pernah Dibesuk, Bocah Korban Pemerkosaan Ditelantarkan Ortu Di Rumah Sakit

22627582_498361490537098_1347380629_n

Ambon, Maluku – Seperti jatuh tertimpa tangga pula, demikian yang yang dialami oleh bocah J.P (8 tahun) korban pemerkosaan yang ditemukan terlantar dan bersimbah darah oleh salah seorang petugas dinas kebersihan Kota Ambon Petrus Latuputty (62 tahun) didekat kawasan pantai Mardika, kota Ambon, tepatnya di dekat Bank BCA, Jln Pantai Mardika, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada, Selasa, (17/10/2017) lalu.

Bocah yang sempat diantarkan oleh Petrus Latuputty, Muhamad Nur Sangaji dan Windy Kastanya untuk mendapat penanganan insentif oleh tenaga medis di rumah sakit Sumber Hidup (RS GPM), akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dokter Haulussy Ambon untuk mendapat perawatan lanjutan. Korban yang kini dirawat di ruangan Kebidanan kelas 1.B Rumah Sakit Dr Haulusy Ambon ini, sama sekali tidak pernah di kunjungi oleh kedua orang tuanya. Hal ini disampaikan oleh salah seorang kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya, saat ditemui Intim News di ruangan Kebidanan Dr Haulusy Ambon, Jumat (20/10/2017).

” Semenjak dirujuk dari RS GPM untuk menjalani penanganan lanjutan oleh tenaga medis di Rumah Sakit Dr M.Haulusy Ambon korban sama sekali tidak pernah dibesuk oleh papa dan mamanya. Korban pun sering meneriakan sakit di bagian kemaluan setelah dilakukan operasi oleh tim dokter bedah Dr Haulussy Ambon,” tutur kerabat korban.

Kerabat korban juga menambahkan, semenjak peristiwa yang di alami oleh korban, korban yang telah mendapat perawatan langsung dari petugas Kebidanan RS Dr Haulussy Ambon pernah mengatakan kepada dirinya, kalau peristiwa yang dialami korban tak lain dilakukan oleh orang dekat korban yang telah menjalani pemeriksaan oleh Unit PPA Polres Ambon.

” Korban pernah berbisik ke saya, kalau dirinya diperkosa oleh orang dekatnya korban, namun karena korban diancam akan dibunuh kalau memberitahukan kepada orang lain, ungkap kerabat korban sambil mengusap air matanya,” lirih sumber.

Selain itu, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap peristiwa pemerkosaan yang dialami oleh korban bocah (8 tahun) yang masih duduk di bangku kelas 2 SD pada salah satu sekolah di Kota Ambon ini, Pengurus Adhiyaksa Dharma Karini Kejaksaan Tinggi Maluku yang diketuai oleh Ny Nurmawati Pane dan Ny Eril Bagus Putra Pratama secara langsung mengunjungi korban yang sementara dirawat di kamar kelas 1.B ruangan Kebidanan RS. Dr M.Haulussy Ambon.

Kunjungan Pengurus Adhiyaksa Dharma Karini tersebut sempat membuat kaget korban sehingga korban dengan histeris berteriak ketakutan karena dikerumunin oleh banyak orang. Sementara itu Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease AKP Teddy SH,S.I.K yang dikonfirmasi Intim News di ruang kerjanya, Jumat, (20/10/2017) mengatakan untuk penanganan kasus pemerkosaan yang dialami oleh korban J.P bocah (8 tahun), pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi.

” 3 orang saksi telah dimintai keterangan oleh Unit PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease, masing-masing Petrus Latuputty, B.P ayah korban dan juga ibu korban. Kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan Unit PPA Polres P.Ambon dan P.Lease,” tutur Perwira berpangkat 3 balok emas dipundaknya itu.

baca juga : Di Ambon, Bocah 8 Tahun Diperkosa dan Diterlantarkan

(IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top