Politik

Seleksi PPK, KPU Harus Independen Tanpa Intervensi

22752713_1947694865492917_442668162_n

Ambon, Maluku – DPRD Maluku, melalui Komisi A, mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota, dalam tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 mendatang, harus mengutamakan profesionalitas, independen dan hindari adanya intervensi luar.

” Tahapan perekrutan PPK, saat ini untuk masing-masing KPU di sebelas Kabupaten/Kota sudah dilakukan. Nah yang kita harapkan agar seleksinya harus profesional, jangan ada intervensi kepentingan, karena yang diloloskan harus berkualitas, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” Terang Sekretaris Komisi A DPRD Maluku, Raad Rumfot, Selasa pagi kepada INTIM NEWS, Selasa, (24/10/2017).

Penilaian Aleg asal Kabupaten SBT ini, hindari intervensi luar untuk kepentingan-kepentingan tertentu sangatlah penting bagi KPU, agar selama pentahapan yang dilakukan, penilaiannya bisa dilihat secara objektif sesuai dengan kemampuan para peserta.

” KPU harus menghindar dari adanya intervensi, atau titipan dari orang-orang tertentu, karena ini sangat berbahaya dalam proses penyelenggara ke depan. Dimana orang yang tidak layak, diloloskan karena intervensi tadi. Ini yang kita tidak mau,” Ujarnya.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, yang namanya badan adhock mulai dari tingkat Kecamatan sampai ke PPS maupun KPPS harus diperhatikan, selama perekrutan dilakukan. Salah satunya dengan tidak ada keterlibatan parpol, dan masalah pelanggaran lainnya.

KPUD Kota Ambon pun, melalui Ketua Pokja Pembentukan Badan Adhock KPU Kota Ambon Safrudin Layn katakan, seleksi PPK untuk lima Kecamatan di Kota Ambon telah dilakukan secara independen dan profesional. Kemudian, sebanyak 50 calon anggota PPK yang dinyatakan lulus, telah mengikuti tes tertulis minggu kemarin.

” Untuk seleksi tertulis, kami melakukannya dengan pertanyaan meliputi wawasan kepemiluan secara umum. Dan sudah ditetapkan 10 orang per Kecamatan, dari lima Kecamatan di Kota Ambon. Sehingga total keseluruhannya 50 orang, yang siap mengikuti tes wawancara pada tanggal 26 oktober 2017 nanti ,” Tuturnya.

Disebutkan, terdapat tiga aspek pendukung yang dilakukan pada saat tes wawancara, yakni integritas, motivasi, kapasitas dan wawasan kepemiluan, yang dilakukan oleh lima komisioner KPU secara bersama, dengan melakukan penilaian secara objektif transparansi, berdasarkan nilai yang diperoleh tiap peserta. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top