Seram Bagian Timur

PMII SBT Demo Tuntut Tempat Hiburan Malam Ditertibkan

22197688_1311458452299807_1546714289_o
Bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas akhirnya menemui PMII, Cabang Seram Bagian Timur (SBT), Senin, (2/10/2017) siang

Bula, Maluku – Menyikapi persoalan maraknya usaha tempat hiburan malam di Kota Bula, yang beroperasi tidak sesuai dengan aturan, sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Seram Bagian Timur (SBT), Senin, (2/10/2017) siang, melakukan aksi demonstran di depan Kantor Bupati SBT. Dalam orasinya mereka meminta pemerintah daerah segera menertibkan usaha tempat hiburan malam yang beroperasi diluar prosedur.

“Kami Meminta Pemerintah daerah (bupati) segera menutup tempat hiburan malam (Kaffe) yang berada dekat dengan pemukiman warga. Dinas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk segera mencabut ijin usaha tempat hiburan malam karena dinilai tidak sesuai dengan praktek di lapangan, “ungkap salah satu orator dalam orasinya.

Menurut para pendemo, tempat hiburan malam yang beroperasi di Kota Bula dinilai menjadi penyebab dekradasi moral dan akhlak masyarakat dibumi “Ita Wotu Nusa” yang mayoritas berpenduduk muslim.

Aksi yang dikordinir oleh Asrun Wara-wara itu mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja. Berselang kurang lebih satu jam melakukan orasi dipelataran kantor Bupati, para demonstran kemudian ditemui bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas. Dihadapan Keliobas, para pendemo membacakan tuntutan aksinya.

“Kabupaten Seram Bagian Timur adalah kabupaten yang mayoritas berpenduduk muslim yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, moral serta budaya yang sangat membentuk karakter dan akhlak masyarakat SBT dalam kehidupan sehari-hari namun saat ini terlihat jelas dekradasi moralitas yang hampir memperburuk karakter masyarakat dikarenakan masuknya budaya-budaya baru yang hampir mengikis nilai-nilai agama, moral serta adat yang dimaksud, “ungkap demonstran dalam pernyataan sikap yang dibacakan dihadapan bupati Keliobas.

Dikatakan, fenomena yang terjadi saat ini ditengah kehidupan masyarakat diakibatkan maraknya minuman keras yang menjadi budaya baru dikalangan kaum muda bahkan kaum tua. Hal itulah yang menjadi penyebab keretakan dalam rumah tangga yang hampir terjadi dimana-mana. Selain itu, tingkat perceraian, perselingkuhan bahkan perzinahan seolah menjadi hal yang biasa dilakukan.

“Yang lebih mencemaskan kita adalah data dari dinas kesehatan yang telah memberikan warning atas ancaman virus HIV/AIDS yang telah terdeteksi pada sebagian orang bahkan kabupaten Seram Bagian Timur dianggap lebih banyak dari daerah-daerah lain. Semua yang terjadi harus menjadi perhatian semua pihak, “ungkap para pendemo.

Sementara itu, dihadapan para pendemo bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas berjanji akan menindaklanjuti persoalaan ini. Namun Keliobas mengaku pihaknya tidak serta merta menyikapi tuntutan aksi yang disampaikan para demonstrasi sebelum dibahas bersama instansi teknis lainnya. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top