Agama

Pesertanya Diseleksi, Kesui Watubela Optimis Raih Juara Diajang Festival Qasida Tingkat Kabupaten SBT

LASQI

Bula,Maluku- Kontingen Lembaga Seni Qasida Indonesia (LASQI) asal Kecamatan Kesui Watubela optimis bisa meraih juara pada ajang gelaran festival seni Qasida tingkat kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tahun 2017 yang saat ini digelar dikota Bula pada 6 Oktober hingga 11 Oktober 2017 mendatang. Optimisme kontingen asal kecamatan paling ujung SBT itu lantaran bintang vokalis (peserta) yang tampil pada sejumlah mata lomba berhasil memukau penonton dan dewan juri. Salah satunya adalah pada mata lomba klasik remaja. Hal ini disampaikan ketua LASQI Kecamatan Kesui Watubela, Adi Rumadan kepada wartawan dihalaman pandopo bupati usai menyaksikan penampilan timnya pada, Senin, (9/10/2017 siang.

“Kita sangat optimis bisa meraih juara karna anak-anak kita yang tampil cukup membanggakan. Apalagi pada Klasik Remaja peserta kita Asrul Rumodar dan solis putri tingkat remaja kita Ona Keke yang tampil pada hari pertama cukup memukau penonton, “katanya.

Selain kedua mata lomba, ada sejumlah mata lomba juga yang membuat dia optimis bisa meraih juara pada ajang tersebut. Misalnya saja, pada mata lomba lomba solis putra tingkat kanak-kanak dengan vokalis atas nama Ariyadi Rumau dan Abdullah Keliwawa serta solis putri tingkat anak-anak atas nama Nurjana Yamko.

Tidak hanya memukau penonton, peserta yang tampil mewakili kecamatan Kesui Watubela merupakan bakat-bakat potensial yang dihasilkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan membutuhkan waktu yang cukup signifikan. Pada penyelenggaraan seni Qasida tingkat kabupaten SBT tahun 2017 ini, peserta yang tampil mewakili kecamatan Kesui Watubela merupakan putra putri asli daerah itu. Ini berkat hasil kerja panitia LASQI setempat yang berkomitmen untuk menampilkan putra putri di panggung ajang gelaran seni Qasida tingkat kabupaten SBT. Padahal, pada ajang serupa ditahun-tahun sebelumnya, kecamatan Wakate (nama Kesui Watubela sebelum direvisi) selalu diwakili peserta bintang vokalis dari daerah lain.

“Setelah kita terima edaran yang disampaikan dari DPD LASQI SBT, Pak camat langsung memanggil teman-teman termasuk saya untuk pembentukan panitia LASQI kecamatan Kesui Watubela. Setelah terbentuk kita langsung terjun ke lapangan untuk mencari bibit-bibit potensial yang ada dikecamatan Kesui Watubela karna pada prinsipnya kita tidak ada peserta yang diambil dari luar, mau dan tidak mau, suka dan tidak suka tetap kita ambil dari kecamatan Kesui Watubela sendiri. Kami yakin ada mutiara yang tersembunyi akan kita hasilkan, “ungkap Rumadan.

Dikatakan, dari penjaringan ditingkat desa, panitia berhasil mengumpulkan sebanyak 120 calon peserta. Untuk bisa mendapatkan peserta yang mumpuni dalam mengolah vokal, panitia memutuskan untuk melalukan audisi. Audisi kemudian dibagi menjadi 3 zona dari 18 desa yang ada di kecamatan Kesui Watubela yakni zona 1 dan 2 berada diwilayah timur dan zona 3 berada diwilayah barat.

“Setelah selesai maka kita putuskan untuk harus dilakukan audisi disetiap desa. Karna ada 18 desa maka kita bagi 3 zona. Zona 1, Desa Kildor, Sumelang, Rumadurun, Otademan dan Kelangan Goal ditempat seleksi di Semelang. Zona 2 desa Utta, Ilili, Effa dan Lahema di desa Utta. Dan zona 3, Desa Tanah Baru, Kurwara Raya, Kilbutak, Tamher Timur, Guliar dan Amarlaut didesa Tanah Baru. Dari hasil audisi itu kita mendapat peserta sekitar 120, setelah audisi selesai masuk ke semifinal, kita seleksi lagi dan dapat 89 peserta dan difinal kita dapat 31 peserta yang kita bawa kesini sesuai dengan edaran dari DPD LASQI SBT, “jelasnya. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top