Seram Bagian Barat

Peluang Usaha Homestay Dikembangkan Di SBB

22879252_1511088595652868_1200346749_o
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat, Godlief Eugene Corputty, S.Pi

SBB, Maluku – Sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk mengubah salah satu kamarnya untuk dijadikan bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan yang mana bentuk akomodasi dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum (Homestay) sekaligus berdayakan masyarakat untuk selalu hidup bersih, rapi dan nyaman.

“ Kita mendidik masyarakat bagaimana cara-cara melayani tamu dan lainnya sebagaimana Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten SBB, telah melakukan pelatihan di Hotel Amboina Piru,” Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Pariwisata, Godlief Eugene Corputty, S.Pi yang akrab disapa Boy, di Kantor Dinas Pariwisata, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis, (26/10,2017).

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dengan terlibat memiliki Homestay sebagai bentuk inovasi masyarakat menambah income keluarga. Hal ini pernah diutarakan saat akan menyambut Tour de Mollucas beberapa waktu lalu dan apalagi ini menjelang pelaksanaan Pesparawi X tingkat Propinsi Maluku.

Intinya, bagaimana membentuk kamar saja, misal menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan rumah. Karena kebersihan adalah harga mati, tempat tidur bertaraf hotel, ada WC duduk di dalam kamar, ada fasilitas air panas dan dingin serta AC.

“ Ada rencana Pemda SBB memfasilitasi hal tersebut sebagai stimulus, kita akan survei apakah rumah tersebut layak atau tidak untuk dimasukan homestay. Karena pada saat pelatihan kita sudah berikan alat-alat seperti dispenser, dan lain-lain,” Jelasnya.

Dikatakannya, sudah diajarkan kepada masyarakat bagaimana tata cara melayani tamu, sopan santun, melipat tisu, penyajian makanan, mendesain interior rumah dan kamar, sehingga masyarakat juga tahu selera tamu baik tamu lokal maupun manca Negara. Masyarakat juga harus mengerti bahasa asing selain bahasa lokal.

Saat media ini menyinggung bagaimana cara promosi Homestay, Boy tegaskan tentunya melalui organisasi Homestay itu sendiri baik melalui situs Homestay, media sosial, dan lainnya. Karena pada saat pelatihan dari Jakarta untuk Desa Piru dan sekitarnya ada sekitar 40 orang yang memiliki rumah layak untuk dijadikan homestay, kalau untuk Desa Tihulale ada sekitar tiga rumah yang siap untuk dijadikan Homestay.

“ Selain penyediaan Homestay, kan SBB kaya akan tempat wisata meskipun masih perlu dibenahi sarana dan prasarananya, seperti Pulau Osi meskipun bukan tempat Pariwisata unggulan, karena fasilitas yang ada di Pulau Osi sebatas resto dan cottage. Saat ini yang kita kembangkan adalah destinasi di Kecamatan Seram Barat salah satunya, Desa Kaibobu meliputi Pulau Kasa, Pulau Ula, Mangge-Mangge Kecil, Bukit Al Masih, Snorkeling dan Diving di Kaibobu serta Wisata budaya meliputi Injil masuk Kaibobu Sejak 500 tahun yang lalu, ada cerita rakyat dan tari-tarian,” Bebernya.

Dikatakannya, saat ini kita juga sementara mengembangkan air terjun RumahKay, yang bisa dilalui langsung dengan Roda 4 ada 2 titik, yaitu Waihetu, Wai Sia dan Wai Tene. Untuk destinasi pantai ada 2 titik yaitu Pantai Polmatena dan Pantai Ouw serta taman lautnya di Saaru Ouw, dengan ratusan species ikan didalamnya.

Sedangkan untuk Wisata agro berada di Rumahkay dan Desa lainnya seperti saat panen Durian serta buah-buahan lainnya, bahkan untuk wisata budaya di Desa Rumahkay terdapat sanggar yang setiap saat siap melayani para tamu. Namun, hasil penelusuran media ini sampai kini belum ada pusat oleh-oleh atau jajanan khas SBB, yang idealnya ditempatkan pada posisi strategis seperti dalam perjalanan ke Piru Waipirit atau Masohi Waipirit. (IN-14/JSY)

Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com