Maluku Barat Daya

MBD Dapat Jatah 12 Lulusan Praja IPDN Penempatan Di Kecamatan

22854566_1948098765452527_787325590_n

Ambon, Maluku – Pertukaran lulusan Praja IPDN antar Provinsi, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) juga mendapatkan jatah praja dengan jumlah 12 lulusan dari Pemerintah Pusat. Oleh karenanya, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten MBD, Eskol Falirat ke-12 lulusan tersebut akan langsung ditempatkan dan ditugaskan pada kantor-kantor Kecamatan di seluruh MBD.

“ Lulusan Praja IPDN itu, akan ditempatkan di Kecamatan, tidak ada yang di Kabupaten. Alasannya adalah di Kecamatan itu, bukan orang pemerintahan, Jadi yang 100 persen Camat yang ada di Kabupaten itu tidak ada satupun yang lulusan APDN maupun IPDN. Semuanya itu dari disiplin ilmu yang lain, seperti perikanan, kehutanan dan guru. Sehingga, mereka ini akan kita tempatkan di Kecamatan, membantu para Camat,” Ungkap Falirat kepada wartawan di Ambon, Rabu, (25/10/2017).

Dijelaskannya, dengan demikian kita diperbatasan itu, bisa kita mengantisipasi, kekurangan tenaga ASN, apalagi selama ini yang diwacanakan oleh Pak Presiden RI Joko Widodo, dalam nawacitanya, yaitu membangun dari pinggiran.
Sebutnya, penempatan ke-12 lulusan hasil pertukaran Praja tersebut paling utama di daerah pinggiran. Diantaranya, Kecamatan Wetar Barat, Wetar, Marsela, Leti juga Dona Hyera. Masing-masing Kecamatan satu orang.

“ Asal mereka, ada dari Kota Kendari, Manado, NTB, NTT, dengan Papua. 12 lulusan ditambah tiga lulusan tahun sebelumnya, berarti baru 15 tenaga, masih kurang dua tenaga lagi. Sebenarnya, di MBD ada 17 kecamatan, jadi kita masih kurang dua tenaga lagi,” Ujarnya.

Dirinya berharap dari pihak pemerintah Kabupaten, meminta kalau dapat penempatan atau mahasiswa lulusan IPDN itu, lebih banyak di daerah kami.

“ Kalau dapat juga, dengan adanya MoU dengan pemerintah pusat dengan IPDN itu, bisa menjawab apa yang kita inginkan, di MBD,” Harapnya.

Terkait posisi jabatan mereka tambanhya lagi, bukan posisi Camat tapi pembantu Camat. Karena, pangkatnya tidak memungkinkan untuk menjadi Camat. Sehingga, mereka masih lakukan persiapan menuju persiapan.

“Kan mereka hanya bertugas selama dua tahun, setelah itu mereka memilih pindah ke daerah mana dari pemerintah pusat. Tugas kami hanya menampung mereka selama dua tahun di kabupaten,” Katanya. (IN-06)

Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com