Lintas Peristiwa

Mahasiswa Bentrok, Unpatti Ambon Di Gempur Hujan Batu

ilustrsi lempar batu

Ambon, Maluku- Aksi bakulempar antar sesama mahasiswa Universitas Pattimura kembali terjadi . Mahasiswa tiga fakultas terlibat bentrok. Mahasiswa fakultas ekonomi (Fekon) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bergabung berseteru dengan mahasiswa Fakultas Hukum.

Bentrokan antar mahasiswa di kampus nomor satu di Maluku ini terjadi Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 15.00 WIT.

Hujan batu di dalam kawasan kampus ternama ini terjadi selama beberapa menit. Beruntung, sigapnya petugas kepolisian yang secepatnya datang ke TKP berhasil melerai pertikaian para kaum Intelektual itu.

Dari peristiwa baku lempar ini, dua mahasiswa Fakultas Hukum yaitu Mark Latupeirissa serta Marcel Latupeirissa jadi korban. Mark Latupeirissa terkena lemparan batu di wajah sebelah kiri, sementara Marcel Latupeirissa terkena lemparan batu di bagian mulut sehingga giginya patah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Intim News dari Sumber Mapolres P.Ambon dan P.P.Lease yang enggan namanya disebutkan tersebut mengungkapkan,kasus bakulempar antar mahasiswa ini dipicu dari kasus penganiayaan yang dilakukan dua mahasiswa FKIP yaitu Alvin Putirulan dan Rivando Pariama terhadap salah satu mahasiswa Fakultas Hukum yaitu Alfrio Laturete.

Awalnya Alfrio Laturete (17), mahasiswa semester I Fakultas Hukum terlibat saling ejek dengan Maryo Putirulan (18) mahasiswa Fakultas Ekonomi. Saat itu Maryo Putirulan diduga sudah dibawah pengaruh minuman keras. Ia kemudian meminta bantuan dua rekannya yaitu Alvin Putirulan dan Rivando Pariama untuk memukul Alfrio. Alvin Putirulan dan Rivando Pariama diketahui merupakan mahasiswa FKIP semester V.

Kemudian Alvin dan Rivando masuk ke lingkungan kampus Fakultas Hukum mencari Alfrio Laturete. Saat ditemukan, keduanya langsung menganiaya korban dengan cara memukul belakang kepala korban sebanyak dua kali dengan kepalan tangan.

“Kedua pelaku berkata kepada korban apa mau bikin masalah dengan katong marga e tetapi korban mengaku tidak tahu apa-apa,” ungkap Sumber Mapolres Ambon.

Lebih lanjut dikatakan sumber Mapolres Ambon, usai memukul, Alvin dan Rivando berniat membawa korban keluar dari kampus fakultas hukum. Namun korban menolak dan berontak. Teriakan korban menarik perhatian beberapa mahasiswa fakultas hukum yang ada disekitar lokasi penganiayaan. Akhirnya Alvin dan Rivando melepas korban.

” Kedua mahasiswa FKIP ini langsung kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah kampus FKIP.
Disaat bersamaan Maryo Putirulan juga hendak kabur menuju Fakultas Ekonomi. Tetapi ada beberapa mahasiswa fakultas hukum yang meneriaki dirinya ikut memukul korban. Beberapa mahasiswa Fakultas Hukum mencoba mendekati Maryo, tetapi ia langsung diamankan salah security kampus dibawa ke ruang dekan Fakultas Hukum untuk menghindari amukan sejumlah mahasiswa fakultas hukum yang tak terima ada mahasiswanya yang dianiaya,” ungkap Sumber

Ditambahkannya, tak lama kemudian terjadi konsentrasi mahasiswa FKIP, Fekon dan Fakultas Hukum. Entah siapa yang memulai, kemudian terjadi perang batu antara mahasiswa FKIP dan Fekon melawan mahasiswa Fakultas hukum.

Batu-batu bertebaran di udara dari kedua belah pihak.

Beruntung peristiwa ini tidak berlangsung lama karena aparat kepolisian dari Polsek Teluk Ambon dibantu unit PRC Polres Ambon turun ke TKP dan membubarkan kelompok mahasiswa yang terlibat tawuran. Situasi telah kembali kondusif setelah berhasil dikuasai aparat kepolisian

Saat ini petugas kepolisian sementara melakukan penyelidikan serta memburu dua mahasiswa FKIP yiatu Alvin Putirulan dan Rivando Pariama yang diduga menjadi biang penganiayaan hingga terjadinya tawuran antar mahasiswa ini. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com