Seram Bagian Barat

LPPM Gelar Sosialisasi LOKALATIH Bagi Pimpinan Institusi Adat SBB

22643218_1745450465756911_218925859_o

SBB, Maluku – LPPM dalam program pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan yang di hadiri asisten 1 Sekda Kabupaten SBB Drs.Paulus C Pical Msi, Camat Huamual Belakang M Yususf Hatala dan Ketua LPPM Pier Wairisal ini di laksanakan selama tiga hari, yang mulai di laksanakan mulai pukul 11,00 wit di lokasi Resol pulau Osi, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (19/10/2017).

Dalam kegiatan tersebut asisten 1 sekda Drs Paulus C Pical Msi mengungkapkan selaku pemerintah daerah Kabupaten SBB sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan yang sementara ini di jalankan oleh LPPM Maluku sebagai mitra pemerintah dalam mengeksporasi sumber daya alam yang ada di negeri-negeri Buano.

“ Saya juga sangat yakin bahwa LPPM memiliki output dalam memberikan pemahaman serta tanggung jawab sehingga mampu menyatukan persepsi bagi sumberdaya alam. Pelaksanaan ini juga berawal dari program revitalisasi lokal untuk pengelolaan sumber daya alam di bumi saka mese nusa,” Ungkap Pical.

Tambahnya, pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan Pulau Buano ini pernah di laksanakan pada tanggal 9 Agustus 2017 lalu, sama halnya dengan lokalatih yang saat ini di jalankan oleh LPPM maluku hal ini merupakan perwujudan dari tindak lanjut.

“ Perhatian kita semua khususnya pemerintah pada umumnya dalam mengimplementasikan kearifan lokal agar sumber hayati kawasan pulau Buano dapat kita lestarikan jelasnya. Dirinya menghimbau pada peserta kegiatan ini bahwasanya terlepas dari kegiatan hari ini kiranya kembali ke daerah masing dapat mengimplementasikan dalam lingkungan masyarakat dan dapat di fungsikan demi kelangsungan generasi. Satukan pikiran, imajinasi kearifan lokal dalam memaksimalkan keakuratan pengetahuan serta fungsi-fungsi adat dan juga kebangkalan diskusi yang baik dan berkualitas,” Papar Pical.

Sementara itu, Ketua LPPM Maluku Pier Wairisal, mengatakan lembaga adat Pulau Buano memiliki modal sosial penting dalam upaya melestarika sosial budaya alam karena mereka memiliki pengaruh dan hak ulayat di daerah kekuasaan mereka.

“ Untuk itu lembaga adat memiliki peran sebagai media pengorganisasian dalam lingkungan masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban sosial sehingga menjadi lembaga pengendalian sistem nilai-nilai norma dalam masarakat Buano,” Terangnya.

“ Selain itu, tambahnya diberikan pemahaman tentang adat bahwa adat tidak dapat terpisahkan dengan sebuah aturan yang mengikat suatu lembaga dalam negeri adat tersebut, sehingga kegiatan seperti ini kita mengajak kepala-kepala Soa untuk meningkatkan kapasitas serta peran Soa dalam melestariakan sumber daya alam,” Pungkasnya. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top