Seram Bagian Barat

Lembaga Penyalur Program BBM 1 Harga Di Amalatu Diresmikan

Bupati SBB Tanatangan

SBB,MALUKU- Penyalur Program BBM Satu Harga Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat telah diresmikan. Peresmian sekaligus penandatangan prasasti dari pihak Dirjen Migas, BPH Migas, Komisi VII DPR RI, SVP Fuel dan Marketing Distribution PT Pertamina, oleh Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat sekaligus pemberian Cendera Mata.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial meresmikan Program BBM Satu Harga berupa pendirian SPBU mini di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu Kabupaten SBB, Maluku, (2/10/2017).

Peresmian BBM Satu Harga di SPBU 86.975,26 ( UD, Marsha) Dusun Wailey ini dihadiri Kepala Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa, SVP Fuel dan Marketing Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, Bupati SBB, M. Yasin Payapo dan Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends, Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat Mansyur Tuherea, OPD Lingkup Pemkab SBB serta Para Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat
Pertamina merencanakan 54 titik, Di SBB adalah yang ke 25.

“kita masih punya waktu 3 bulan pertamina masih melakukan kerja keras untuk mempercepat ini, Sebagian masih dalam proses pembangunan, cuma apakah itu bisa yang kita laksanakan hari ini, ini merupakan kerja keras yang sedang dilakukan oleh teman teman kita,diharapkan diakhir tahun bisa 54 akan kita kejar,untuk daerah yang di Provinsi Maluku yang pertama di Wailey Desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian barat, dan berikutnya di Air Buaya Kabupaten Buru, Dobo Kabupaten Aru, “ Ungkapnya.

“Melalui Program BBM Satu Harga, pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, pada hari ini (Senin) masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Jawa. Hal ini tidak lepas berkat dukungan pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta stakeholders terkait,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial.

Ego Syahrial menyatakan, setelah Amalatu, Kabupaten SBB, Program BBM Satu Harga akan berlaku di Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru dan Kota Dobo, Kepulauan Aru. Saat ini lembaga penyalur program BBM Satu Harga tengah membangun SPBU. Dan diperkirakan sebelum akhir 2017, Program BBM Satu harga di Kecamatan Air Buaya dan Kota Dobo itu diresmikan penggunannya.

“Premium yang tadinya di beli pada pengecer diatas Rp 12,000 kini menjadi Rp 6,450 dan untuk solar Rp 5,150 sama seperti satuan harga di pulau Jawa ini merupakan arahan presiden Joko widodo agar BBM satu harga ini bisa diimplementasikan dan ditindak lanjuti oleh menteri ESDM sesuai dengan Permen 36 2016 yakni percepatan pelaksanaan implementasi dari pada baik solar maupun premium secara nasional” tutur Ego

SVP Fuel dan Marketing Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan, SPBU Amalatu adalah SPBU ke-25 yang telah terbangun dari total rencana 54 Lembaga Penyalur Program BBM 1 Harga Nasional di Wilayah 3 T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).

Untuk Pertamina MOR VIII Papua, Maluku, SPBU di Kecamatan Amalatu ini merupakan titik ke-13 dari total 19 Lembaga Penyalur yang akan didirikan d wilayah Maluku dan Papua hinga akhir Tahun 2017.

“Pendirian SPBU ini kami harap membawa dampak positif bagi perekonomian dan bagi masyarakat di Kawasan Timur Indonesia, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat. Karena BBM di Amalatu sama dengan harga BBM di SPBU di Jakarta dan Pulau Jawa,” kata Gigih.

Sementara itu Bupati SBB M. Yasin Payapo mengatakan, sebelumnya harga BBM di Amalatu bisa mencapai Rp12.000/liter. Pasokan BBM selama ini diambil dari SPBU di Kota Masohi, Maluku Tengah yang berjarak sekitar 60 KM.

“Warga Amalatu merasa sangat bersyukur atas kehadiran SPBU di sini, sehingga masyarakat dapat menikmati BBM premium dengan harga Rp6.450/liter dan solar seharga Rp5.150/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM,” ungkapnya.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional, pemerintah menugaskan Pertamina merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 Januari 2017.

Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa juga menegaskan, pembangunam SPBU di wilayah 3 T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat geografis dan ongkos angkut yang tinggi, sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukannya. “Perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah Daerah dan Aparat agar penyaluran BBM 1 Harga ini tepat sasaran” pungkas Fanshurullah. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top