Maluku Utara

Langkah Cepat, TNI dan Masyarakat Bangun Tanggul Darurat

IMG-20171012-WA0078

Halmahera, Malut – Sudah berbulan-bulan lamanya semenjak tanggul sungai Toliwang di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara jebol akibat luapan air yang berdampak pada berbagai permasalahaan mulai dari ketersediaan air bersih warga, ancaman bahaya banjir serta terganggunya sistem irigasi untuk mengairi ratusan hektar sawah yang berada di Desa Margomulyo dan Desa Toliwang hingga terancam gagal panen.

Oleh karenanya Kepala Desa setempat berinisiatif untuk meminta bantuan kepada pihak TNI melalui Danramil 1508-03/Kao Lettu Inf Prasojo, atas permintaan bantuan tersebut kemudian Danramil melaporkan hal tersebut kepada Dandim 1508/Tobelo hingga mendapatkan respon positif agar segera diambil tindakan untuk mengatasi kesulitan rakyat di lokasi tersebut, setelah mendapatkan lampu hijau dari Pimpinan kemudian Danramil bersama para Kepala Desa mengadakan rapat untuk menentukan langkah yang dapat diambil untuk segera dapat mengatasi persoalan tersebut.

Berdasarkan hasil rapat Kepala Desa menyampaikan bahwa perbaikan tanggul tersebut apabila mengharapkan dari Pemerintah paling cepat adalah tahun depan karena alokasi anggaran tahun ini sudah disyahkan dan sedang dijalankan, begitu pula dengan pemanfaatan Alokasi Dana Desa yang telah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur lainnya. Setelah mendengar penjelasan dari para Kepala Desa diperlukan pemecahan terhadap persoalan yang sedang dihadapi serta perlu solusi segera karena berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak, sehingga diputuskan bahwa untuk sementara waktu perlu dibuat tanggul darurat namun memiliki ketahanan yang mumpuni setidaknya bertahan beberapa tahun kedepan sambil menunggu Alokasi Dana Desa yang akan di plotting untuk pembangunan tanggul permanen.

TNI dan warga bergerak cepat dengan mengumpulkan dana swadaya dari masyarakat dan juga bantuan dari pihak-pihak lain sehingga diperoleh dana sekitar 50 Juta Rupiah kemudian dalam pengerjaan agar tidak mengganggu masyarakat untuk mencari nafkah maka dibentuk 5 kelompok kerja yang terdiri dari 20 orang warga dan 15 Prajurit TNI yang setiap harinya mengerjakan tanggul yang diperkirakan memerlukan waktu pengerjaan selama 2 minggu tersebut. Untuk teknik pembuatan tanggul yaitu membuat penahan dengan alokasi dana yang ada tidak memungkinkan dilakukan pembetonan sehingga diputuskan membuat tanggul darurat menggunakan bahan besi teralis 32 mm sebagai penahan serta balok, papan, bambu dan terpal untuk pembuatan bronjong penahan air dengan ukuran panjang tanggul 12 meter, lebar 6 meter dan tinggi 3 meter sehingga diharapkan dengan tanggul darurat tersebut dapat mengatasi kesulitan warga serta dapat segera mengairi sawah mereka.

Sementara itu Dandim 1508/Tobelo Letkol Arh Herwin Budi Saputra saat dihubungi awak media membenarkan adanya permintaan bantuan dari warga, setelah mendapatkan informasi tersebut saya kemudian berkoordinasi dengan Pemda Halut untuk meneruskan keluhan masyarakat namun berdasarkan informasi dari Dinas Pengairan Kab. Halut untuk membuat tanggul seluas tersebut setidaknya diperlukan dana sekitar 250 Juta bahkan lebih karena kita belum bisa memastikan berkaitan fluktuasi kenaikan harga material bangunan, untuk itu karena APBD Tahun 2017 ini sudah disyahkan dan tidak ada alokasi dana untuk pembuatan tanggul sehingga rencana akan diajukan pembuatan tanggul tersebut pada mata anggaran tahun depan.

Lebih lanjut Dandim menyampaikan setelah mendapatkan informasi saya instruksikan jajaran saya untuk mencari jalan alternatif agar dapat segera mengatasi kesulitan rakyat dilokasi tersebut, untuk itu setelah diadakannya pertemuan warga maka dilaksanakan perbaikan tanggul darurat secara swadaya dengan dibantu para personel TNI jajaran Kodim Tobelo. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com