Seram Bagian Barat

Kepsek SMA Al Fikri Aniaya Anak Didiknya

22473354_1498843376877390_160086830_o
Kepala Sekolah SMA Al Fikri, La Gader yang diduga memukul siswanya hingga berdarah

SBB, Maluku – Kekerasan terhadap anak kembali terjadi. Kali ini kekerasan diduga dilakukan oleh oknum pendidik sekolah. Informasi yang dihimpun Intim News, kasus kekerasan tersebut berawal ketika Romi (15 tahun) yang duduk dibangku kelas 1 SMA itu sering malas ke sekolah. Orang tuanya pun mendapat surat panggilan dari Ny.Mercy Huliselan yang adalah Wali Kelas 1 SMA Al Fikri Dusun Telaga, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Setelah orang tuanya menghadap Wali kelas, Romi bertemu dengan Wali Kelasnya untuk kembali bersekolah.

Setelah masuk Sekolah, Romi menandatangani atau membuat pernyataan yang isinya, apabila Romi masih malas-malasan sekolah, maka akan dikeluarkan dari sekolah.

Keesokan harinya pada saat Romi sementara mengikuti apel pagi tanggal 4 Oktober 2017 sekira pukul 07.20 WIT, Kepsek Al Fikri Dusun Telaga memanggil Romi pada saat apel pagi, dengan serta merta Kepsek memukul Romi sebanyak empat kali dan mengusir Romi dari sekolah. Setibanya di rumah, saat duduk di kursi , Ayah serta tantenya mendapati Romi dengan hidung yang mengeluarkan darah segar.

Ayah Romi, Risman mengungkapkan hal itu kepada Arni Ibu Romi.  Arni lantas mendatangi SMA Al Fikri untuk bertemu Kepsek  untuk menanyakan apakah Kepsek telah memuluk Romi ? Kepsek pun mengiayakan apa yang ditanyakan Arni.

” Saya bilang ke Kepsek, kenapa tidak dipukul di anggota badan lainnya. tapi Kepsek tidak menghiraukan saya,” tutur Arni kepada Media ini.

“Saat salah seorang guru (Edy Manaid) melihat kondisi Romi dengan bercucuran darah keluar dari hidungnya, Edy menyarankan agar segera dibersihkan darah yang menempel di wajah dan bajunya, tetapi Istri saya hanya membersihkan darah dibagikan muka saja, tidak pada bagian Baju,” tambah Risman ayah Romi.

Pihaknya meminta agar  Kepsek SMA Al Fikri Telaga untuk meminta maaf atas perbuatannya, namun Kepsek tidak kunjung datang hingga Pukul 16.05 WIT. Akhirnya pihaknya memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Polres SBB.

Sesampainya di Polres SBB, pihaknya diterima Bripda Bima, dan diantarkan oleh Anggota Polres SBB untuk diambil visum di RSUD Piru.

“hasil visum terdapat retakan di hidung Romi serta memar di wajah Romi” tutur Arni.

Atas Laporan itu, Kepsek SMA Al Fikri Telaga, Piru, La Gader beberapa kali menebarkan ancaman.

“Kamong mau lapor sampai mana, beta iko kamong,” tutur Arni menirukan ucapan Kepsek. (IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top