Seram Bagian Timur

Keliobas Buka Gelaran Festival Qasida Tingkat Kabupaten SBT

SBT2

Bula,Maluku- Pegelaran seni Qasida tingkat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) secara resmi dimulai pada Jumat, (6/10/2017) malam. Gelaran seni bernuansa Islami yang digelar dihalaman pandopo bupati dikota Bula ini dibuka langsung bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas. Dalam sambutannya dihadapan para kafilah dan ribuan masyarakat yang turut menyaksikan acara tersebut, Keliobas mengaku, sangat mengapresiasi pelaksanaan acara tersebut. Selain itu, dia menyampaikan terima kasih kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni Qasida (LASQI) SBT lantaran meskipun dengan waktu terbatas, gelaran festival seni Qasida tahun ini merupakan yang terbesar dari pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berterima kasih kepada pengurus DPD LASQI dan panitia atas terselenggaranya lomba festival seni Qasida berskala besar tingkat kabupaten SBT tahun 2017. Walaupun dengan waktu yang terbatas namun Penyelengaraan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Untuk kali yang pertama pengurus dan jajaran DPD LASQI kabupaten SBT melaksanakan festival seni Qasida berskala besar, ini menunjukkan bahwa seni Qasida di SBT telah berkembang dan mendapat perhatian masyarakat dan kita semua, sekali lagi ini menunjukkan catatan kesuksesan pengurus DPD LASQI kabupaten SBT, “salut Keliobas dalam sambutannya.

Dikatakan, pelaksanaan festival seni Qasida merupakan momentum strategis dalam upaya membangun dan mengembangkan kehidupan budaya islam dikabupaten SBT. Tidak hanya itu, melalui festival seni Qasida ini terbangun ukhuwa islamia yang dapat lebih dieratkan karena dalam momen ini terjalin silahturahmi.

“Terjalin silahturahmi masyarakat dari 15 kecamatan selama kurang lebih satu minggu. Kita akan berada dalam suasana dan sama-sama berapresiasi meningkatkan seni budaya Islam, “ungkap Keliobas.

Menurut Keliobas, Dengan menyadari arti strategis penyelenggaraan Qasida sebagai bagian dari pembinaan umat Islam, maka harus terus diupayakan untuk menumbuhkembangkan dan membina secara terstruktur bakat seni Qasida dari desa hingga kecamatan dan terus memacu para seniman dan musisi muslim di negeri ini lebih banyak berdialog, bertukar kreatifitas dan terus mengembangkan berbagai jenis budaya yang bernafaskan Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tetap berpegang pada nilai-nilai ajaran Islam.

“Sejalan dengan tema kegiatan ini yaitu tumbuhkembangkan musik Islami menuju masyarakat SBT yang maju dan religius. Berpijak dari kenyataan ini, melalui seni Qasida sebagai seni budaya yang bernafaskan Islam, maka melalui LASQI dipandang tepat sebagai lembaga dan sarana untuk mencapai maksud tersebut. Dengan lantunan syair lagu-lagu religius dan edukatif, diharapkan menjadi inovasi para remaja untuk terus berkata dengan landasan iman yang tangguh sehingga siap menjadi penerus pembangunan di negeri Ita Wotu Nusa tercinta ini, “katanya.

Dia berharap, diera perkembangan digital saat ini, seni Qasida mampu menjadi media dakwah untuk membentengi generasi muda bangsa yang terus dikejar arus perkembangan zaman. Selain itu, melalui penyelenggaraan seni Qasida diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat di negeri itu.

“Pesan-pesan keagamaan harus bisa kita sampaikan secara efektif, persuasif dan memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga dengan demikian kegiatan dakwah mampu memberikan solusi bagi persoalan-persoalan kehidupan yang dihadapi oleh masyarakat dalam mengapresiasi strategi berdakwah melalui seni Islam, “harapnya.

Untuk semua maksud dan tujuan baik itu, dibutuhkan peran kementrian agama sangat penting dalam penguatan iman dan moral terutama kepada generasi muda di negeri dan bangsa ini. Pemerintah daerah juga sangat memberikan dukungan untuk terus menyiarkan Islam melalui karya seni dan budaya dalam membangun etika dan moral bangsa dalam membangun umat melalui nilai-nilai seni Islami.

“Untuk itu, pada saatnya nanti akan dilaksanakan pengukuhan DPD LASQI kecamatan semoga yang menjadi pengurus dapat menjalankan amanah dan mengembangkan budaya seni Qasida didesa-desa dan kecamatan sesuai harapan kita bersama. Pemerintah akan tetap menopang dan mendukung segala upaya dan kerja keras setiap elemen pembangunan yang bergerak di negeri ini, “pintanya.

Pelaksanaan seni Qasida tingkat kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan berlangsung dari tanggal 6 Oktober sampai 11 Oktober 2017. Diikuti oleh perwakilan dari 15 kecamatan antara lain, Kecamatan Kesui Watubela, Teor, Pulau Gorom, Gorom Timur, Pulau Panjang, Seram Timur, Lian Vitu, Siritaun Wida Timur, Kian Darat, Tutuktulo, Teluk Waru, Bula, Bula Barat, Werinama dan Kecamatan Siwalalat. Dengan total peserta sebanyak 418 orang. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com