Hukum & Kriminal

Ingin Punya Mobil, Wanita BTN Kebun Cengkeh Kena Tipu Anggota Dit Sabhara Polda Maluku

ilustrasi-penipuan

Ambon, Maluku – Sebagai pelindung, pengayom masyarakat sosok seorang anggota polisi ditengah-tengah masyarakat hendaknya mampu menjadi contoh dan panutan sebagai aparat keamanan. Namun hal ini sama sekali tidak diterapkan oleh anggota Sabhara Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bernama MLM alias Amin. Merasa sebagai salah satu anggota polisi yang bertugas di Polda Maluku, pelaku nekat melakukan penipuan transaksi jual beli mobil second merk Toyota Yaris warna putih, dengan nominal harga Rp 105.000.000 (seratus lima juta rupiah) kepada salah seorang perempuan berinisial S (47 tahun) yang beralamat di BTN Kebun Cengkeh.

Informasi yang dihimpun Intim News dari Laporan Polisi di ruangan Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease tertulis, kasus penipuan yang dilakukan oleh pelaku MLM alias Amin, anggota Polisi Dit Sabhara Polda Maluku kepada korban S terjadi pada bulan Juni 2017 sekira pukul 13.00 WIT (jam 1 siang). Kejadian berawal ketika pelaku menawarkan sebuah mobil second merk Toyota Yaris warna putih dengan harga Rp 105.000.000 (seratus lima juta rupiah) kepada saksi yang tak lain adalah anak korban yang berinisial M.A (21 tahun) yang juga merupakan salah seorang anggota Polisi.

Saksi yang diberitahu oleh pelaku yang ingin menjual mobil tersebut dengan harga murah, saksi kemudian menyampaikan kepada korban yang adalah ibu kandungnya yang saat itu berminat untuk membeli mobil milik pelaku. Sebagai kesepakatan dan untuk menyakinkan saksi dan korban, pelaku pun mendatangi rumah korban yang beralamat di BTN, Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Untuk memastikan kondisi mobil yang ingin dijual kepada korban, pelaku kemudian menunjukan foto mobil merk Toyota Yaris melalui HP pelaku. Selang tujuh hari kemudian, korban yang tertarik untuk membeli mobil milik pelaku pun melakukan transaksi jual beli dengan pelaku dengan cara korban menyetor uang muka senilai Rp 100 juta yang dilakukan oleh korban dan pelaku didalam mobil pelaku yang diparkir didepan Ambon Plaza (Amplaz).

Setelah memberikan uang Rp 100 juta kepada pelaku, selang 7 hari kemudian korban kembali dihubungi oleh pelaku agar melunasi uang sisa transaksi senilai Rp 5 juta dengan catatan setelah korban memberikan uang sisa tersebut, pelaku akan menyerahkan secara langsung kunci mobil second merk Toyota Yaris kepada korban. Nasib malang pun dialami korban, setelah menyerahkan uang sisa pembelian mobil kepada pelaku dengan iming-iming korban akan diberikan kunci mobil dan korban akan segera menjadi pemilik sah mobil second merk Toyota Yaris tak kunjung ada kepastian yang diberikan oleh pelaku kepada korban selama kurang lebih 4 bulan setelah dilakukannya pelunasan uang sisa pembelian mobil milik pelaku yang dilunasi korban pada bulan Juni lalu. Merasa telah tertipu oleh pelaku karena selang 4 bulan pelaku tak kunjung menghubungi korban untuk menyerahkan kunci mobil milik pelaku yang telah dilunasi oleh korban, korban pun mendatangi Polres P.Ambon dan P.P.Lease pada, Selasa (10/10/2017) pukul 12.00 WIT untuk melaporkan kasus penipuan yang dilakukan oleh pelaku kepada dirinya.

Laporan kasus penipuan yang dilakukan oleh pelaku kepada korban S, teregister dalam Laporan Polisi nomor: LP/ 591/X/2017/ Maluku/Res Ambon.
Kasus penipuan yang dilakukan oleh pelaku kepada korban S dinilai melanggar pasal 372 atau 378 tentang penipuan atau penggelapan dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 900.000.
Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease yang dikonfirmasi Intim News, Rabu (11/10/2017) mengatakan untuk penanganan kasus penipuan yang dilakukan oleh anggota Dit Sabhara Polda Maluku masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease.

” Kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan Polres P.Ambon dan P.P.Lease, dan bila memang terbukti bersalah, kami Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease akan berkoordinasi dengan Dit Propam Polda Maluku untuk proses penanganan kasusnya,” ungkap Perwira Satreskrim Polres P.Ambon berpangkat Ajun Komisaris Polisi itu. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top