Maluku Tenggara

Hari ini, 13 Raschap Ikut Lomba Belang Festival Pesona Meti Kei 2017

22641982_435047200223022_838118223_o

Malra, Maluku – Pegelaran Festival Pesona Meti Kei, kembali mendapat perhatian dari masyarakat Kabupaten Malra dan Kota Tual. Antusias terlihat dari ribuan masyarakat yang menyaksikan perlombaan Belang antar Raschap (gabungan beberapa desa) di kota Tual dan Kabupaten Malra.

Pantauan Intim News, perlombaan belang melibatkan 13 Raschap yang dibagi kedalam 3 poll. Pada pool A mekibatkan 4 Raschap yakni , Loor Labay Tam, Manyeuw, Maur Ohoiwut dan Wear Ohoitel. Pada poll B terdapat juga 4 Raschap yakni Ubohoifak, Songli, Tubab Yamlim dan Lo Ohoitel, sementara pada Poll C terdapat 5 Raschap yakni Mear Ohoinean, Meu Umfit, Kirkes, Dit Sakmas dan Yarbadang.

Para peserta memulai perlombaan dari Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual sebagai titik start dan Finish di Jembatan Usdek Desa Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Malra.

Koordinator Belang yang juga Assisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setda Malra. Lukas Retraubun saat diwawancarai Intim News, di desa Ngadi pada, Kamis, (19/10/2017) mengatakan, dari 13 Raschap yang mengikuti perlombaan, akan di ambil dua Raschap dari masing masing Pool untuk kemudian di pertandingkan kembali dalam partai Final yang akan berlangsung pada 21 Oktober mendatang.

” Jadi nanti kita ambil 2 Raschap yakni juara 1 dan juara 2 dari masing masing Pool untuk ke partai final, itu berarti akan ada 6 Raschap yang masih akan bertanding, sedangkan 7 Raschap lainnya tereliminasi,” jelas Retraubun.

Dikatakanya, animo masyarakat sangat luar biasa dalam menyaksikan perlombasn belang tersebut. Hal itu dikarenakan lomba belang ini baru kembali di gaungkan pada Festival Meti Kei 2017 setelah terakhir di selengarakan pada tahun 1995 silam.

” Kurang lebih 23 tahun baru kita laksanakan lagi lomba belan ini. Terakhir pelaksanaan pada sekitar tahun 1995. Memang pada 2005 pernah kita laksanakan, namun hanya berupa karnaval belang atau parade belang hias, sehingga pada FPMK Jilid II ini kita lestarikan lagi budaya tersebut. Jadi tidak heran jika animo masyarakat sangat luar biasa hari ini, ” ujar Retraubun.

Agar budaya adat istiadat di kepulauan Kei ini dapat terus dilestarikan, Pemda Kabupaten Malra akan merencanakan agar kegiatan belang ini dapat dilaksanakan secara rutin dan melibatkan seluruh Raschap yang ada di kepulauan Kei.

” Pemda akan rencanakan supaya kegiatan ini dapat dilakukan setiap 2 tahun sekali. Sebenarnya Raschap yang ada di Kepulauan Kei ini kurang lebih ada 22 Raschap, namun yang ikut sekarang hanya 13. Kita berharap kedepan seluruh raschap dapat terakomodir untuk pelaksanaan lomba belang tersebut, sehingga budaya adat istiadat tersebut dapat terus dilestarikan,” harap Retraubun.

Partai penyisihan yang berlangsung hari ini didapati 6 perwakilan dari 3 pool telah terpilih untuk berlomba di partai final. Pada pool A, Raschap Loor Labay Tam menempati posisi pertama, dikuti posisi kedua Maur Ohoiwut. Pada pool B, Rachap Tubab Yamlim pada posisi pertama dan Ubohoifak di posisi kedua, sementara di pool C, Raschap Kirkes ada pada posisi pertama dan Dit Sakmas pada posisi kedua. Ke-6 Raschap tersebut diagendakan akan mengikuti final pada tanggal 21 Oktober mendatang, “ Ujarnya. (CR-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top