Seram Bagian Barat

Canangkan 110.000 Kelambu Massal di SBB, Menuju Maluku Bebas Malaria Tahun 2030

22429205_1498154936946234_402745689_o

SBB, Maluku – Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Muhammad Yasin Payapo kepada semua kepala Pemerintahaan, Camat, Raja, Tomas, Todat, Tokoh PPK, kader kesehatan bersama-sama mengawasi penggunaan kelambu yang baik dan benar. Mari kita bersama-sama memerangi penyakitnya Malaria, gunakan kelambu secara baik dan benar, karena SBB harus bebas Malaria tahun 2024, Provinsi Maluku bebas Malaria 2027 dan Indonesia bebas Malaria tahun 2030.

Demikian diungkapkan Bupati Muhammad Yasin Payapo pada pencanangan pemasangan 110.000 buah kelambu di Balai Desa Niniari, Kecamatan Serbar, Kabupaten SBB, Rabu (11/10/2017) mengatakan sebagai pimpinan daerah saya memberikan apresiasi positif agar masyarakat mau dan senantiasa memakai kelambu dengan baik, sehingga kita terbebas dari Malaria dan dari penyakit lainnya.

Dihadapan staf Kemenkes RI, Dr. Muhammad Irwandi lebih jauh Yasin tegaskan tahun 2014 pembagian kelambu pertama sampai 2016 sudah ada hasil, dampaknya positif dan kalau Tahun 2017 belum kelihatan hasilnya.

“Kita tidak bisa selamanya menggunakan kelambu, tetapi saatnya kita bersama-sama serang mereka (Nyamuk=red), kita harus tahu virusnya dan cara mencegah penyebabnya, yaitu bagaimana Nyamuk tidak ada lagi. Kalau ada selokan tidak terawat maka itu menjadi tempat jentik nyamuk bersarang,” tegasnya.

22404346_1498155006946227_421717396_oDikatakan, pertama gunakan kelambu yang bagus, kedua kita perangi Nyamuk dengan membersihkan limbah-limbah atau air yang tergenang di setiap rumah. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia karena dapat menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian serta sering menimbulkan kejadian luar biasa ibu hamil, bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan terhadap Malaria dan memiliki kecenderungan lebih besar untuk menderita Malaria berat yang dapat menyebabkan kematian, sehingga secara nasional jumlah kasus Malaria selama periode tahun 2005-2015 cenderung menurun. Di tahun 2013 angka API 1,38 per 1000 penduduk, sebagian besar kasus Malaria terdapat di 5 provinsi di wilayah timur Provinsi Maluku didalamnya termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dikatakan, salah satu syarat untuk masuk dalam fase eliminasi Malaria adalah satu positif malaria berkurang dari 1 per 1.000 penduduk angka Malaria di Kabupaten Seram Bagian Barat pada 2014 sebesar 19,5 per 1000 penduduk dengan kasus positif malaria 402 menurun menjadi 10,87 per 1.000 penduduk di tahun 2015 dengan kasus positif malaria 2.248 menurun lagi menjadi 8,42 per 1000 penduduk dengan jumlah pasien positif 1.771 yang artinya diantara seribu penduduk di Kabupaten seram bagian utara terdapat 8 orang yg menderita Malaria.

Lebih lanjut, Yasin jelaskan angka ini terus menurun disebabkan karena di bulan September tahun 2014 Bulan September dilakukan pembagian kelambu massal untuk semua penduduk, selain penemuan dan penanganan penderita malaria secara dini.

“Di tahun 2017 ini akan dilaksanakan pembagian kelambu berinsektisida secara massal dengan jumlah kelambu 110.000 buah kepada semua masyarakat. Saya sangat mengharapkan kepada semua lapisan masyarakat agar mau memakai kelambu dengan baik dan benar pada waktu tidur, ganti kelambu lama dengan kelambu baru, sehingga kita semua dapat terbebas dari penyakit Malaria dan akibat buruk lainnya seperti kematian bagi ibu dan anak meningkatnya angka kemiskinan, menurunnya angka pendapatan asli daerah, menurunnya angka kemungkinan para wisatawan asing di Kabupaten Seram Bagian Barat yang kaya wisata alamnya,” jelasnya.

Dikatakan, ini harus kita sosialisasikan kepada masing-masing warga dan Kades serta Kepala Puskesmas dan Pustu. Dari 17 Puskesmas yang Hadir, kalau bisa semua puskesmas atau pustu harus hadir, meskipun pembukaan tetapi ini cukup strategis moment tersebut dan cara pakai kelambu yang bagus itu bagaimana, kalau panas malam-malam tentunya gak pakai kelambu.

Menurutnya, semua kegiatan harus ada kepastian pemahaman dan komitmen melakukan penggunaan kelambu dengan baik. Jangan hanya iya-iya saja, tetapi harus diimplementasikan secara komprehensif, tugas Kadis Harus Panggil semua Kepala Puskesmas, Pustu dll supaya satu irama memberantas Malaria, harus butuh pengawasan secara kontinyu.

“Jangan Sampai kegiatan yang dijalankan tetapi bawahannya tidak tahu, kadis, puskesmas harus menjalankan transparansi dalam semua hal dan disepakati bersama. Tugas para kepala Puskesmas, Pustu Harus mensosialisasikan kepada masyarakat bersama-sama pemberantasan Ngamuk dan tempat-tempat endemi Malaria,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan Pencanangan pemasangan kelambu massal yaitu Bupati, Drs. Muhammad Yasin Payapo, M.Pd, Staf Kemenkes RI, , hadir antara lain Plt. Kadis Kesehatan, dr Sesa Hegmon Jahja, MM, sejumlah pimpinan Puskesmas dan Pustu serta Puluhan masyarakat Desa Niniari Dan sekitarnya. (IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top