Seram Bagian Timur

Bahasa dan Situs Sejarah Di Suku Bati Akan Direvitalisasi

22812730_1330859607026358_6681192_o
Salah satu artefak kuno milik masyarakat Desa Lahema, Kecamatan Wakate, Kabupaten Seram Bagian Timur

Bula, Maluku – Dinas pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), lewat bidang kebudayaan akan mendata dan merevitalisasi bahasa dan situs sejarah di suku Bati.

Revitalisasi situs sejarah di suku yang mendiami salah satu dataran pulau Seram itu dilakukan untuk meminimalisir informasi yang tidak benar tentang suku itu. Selain suku Bati, seluruh situs sejarah yang tersebar disejumlah wilayah di daerah itu juga akan didata dan akan dibukukan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten SBT, Sudir Rumanama kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, (23/10/2017).

” Kita akan masukan karena itu (Suku Bati) yang merupakan aset budaya SBT, Kami akan menelusuri dan merevitalisasi atau mendata dan kita akan masukkan dalam data budaya SBT. Di Bati itu punya bahasa dan bahasa-bahasa di daerah di SBT ini kita akan data termasuk bahasa Bati, secepatnya kita akan kesana dan melihat langsung dan mendata budaya dan situs sejarah yang ada di Bati itu, ” Ungkap Rumanama.

Dikatakan, lewat program yang dinamakan ‘digitalisasi situs-situs sejarah di Kabupaten Seram Bagian Timur’, pihaknya akan mendata seluruh situs sejarah serta tari-tarian dan bahasa yang akan dijadikan sebagai aset daerah.
Ini sangat penting sebab daerah dengan julukan “Ita Wotu Nusa” itu menyimpan banyak peninggalan sejarah zaman dulu.

” Di SBT ini kaya akan budaya, saat ini dinas pendidikan sedang berupaya untuk mendata situs bersejarah peninggalan zaman dulu di Kabupaten Seram Bagian Timur, ” Ungkapnya.

Kata Rumanama, langkah untuk mendata situs sejarah telah dilakukan namun belum menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten SBT.
Hal itu lantaran kondisi geografis daerah itu yang terdiri dari pulau-pulau menyebabkan tim yang diturunkan sulit menjangkau seluruh wilayah yang memiliki situs-situs bersejarah.

” Untuk tahun ini kami sudah berupaya untuk masuk di semua Kecamatan yang ada di SBT namun karena kondisi geografis makanya hanya sebagian saja yang dapat kita jangkau, mungkin tahun depan sudah seluruhnya kita jangkau, ” Katanya.

Dijelaskan, selain mendata situs-situs sejarah, tim yang diturunkan juga akan mendata serta merevitalisasi tari-tarian yang saat ini sudah mulai tergerus zaman dan mulai dilupakan generasi muda. Tidak hanya itu, hasil pendataan itu akan dibukukan untuk menjadi data dinas pendidikan dan data pemerintah daerah setempat.

” Kami mendata semua situs-situs sejarah termasuk tarian-tarian adat yang ada di semua kecamatan nanti kami akan bukukan untuk menjadi data bagi dinas pendidikan dan kabupaten Seram Bagian Timur pada umumnya, ” Jelasnya.

Upaya revitalisasi situs bersejarah baru dilakukan dinas pendidikan di tahun ini lantaran pada tahun sebelumnya bidang kebudayaan masih berada di bawah naungan dinas Pariwisata SBT. Meski demikian Rumanama mengaku sedikit mendapatkan data situs bersejarah di SBT dari Dinas Pariwisata setempat.

” Bidang budaya ini tahun kemarin ada di Pariwisata sekarang baru Dinas Pendidikan. Data yang kami dapatkan dari dinas Pariwisata sangat sedikit sekali untuk dinas pendidikan mulai melengkapi. Tahun ini kita belum maksimal Insyah Allah tahun depan kita sudah bisa lebih maksimal lagi, ” Ungkap dia.

Wilayah yang telah didata situs sejarahnya antara lain, Kecamatan Wakate, Pulau Gorom, Gorom Timur, Seram Timur, Tutuktulo, Werinama dan Siwalalat sementara wilayah lainnya tahun depan baru akan didata dan direvitalisasi. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top