Kota Ambon

200 Calon Wirausaha Ikut Sosialisasi Kewirausahaan dari Pemkot Ambon

22532044_1944259312503139_911057764_o

Ambon, Maluku – Sebanyak 200 calon wirausahawan/pengusaha muda yang baru meniti usaha di Kota Ambon, mengikuti sosialisasi kewirausahaan, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Ambon, melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Ambon, di Marina Hotel, (14/10/2017).

Walikota Ambon Richard Louhenapessy yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa program yang dilaksanakan oleh Pemkot, melalui Disperindagkop, ada korelasi yang kuat, dengan potensi yang ada di kota ini.
Pertimbangannya menurut Walikota, karena Ambon ini tidak memiliki sumber daya alam seperti kabupaten lain, Ambon ini leading sektornya ada pada sektor perdagangan.

“Jasa perdagangan ini, menjadi leading sektor jadi kita berikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya bagi masyarakat, terutama anak-anak muda. Nah, setiap tahun itu, Pemkot laksanakan program bidang kewirausahaan dengan membangun para usahawan /pengusaha muda yang berhasil,” ungkap Louhenapessy, usai pembukaan sosialisasi tersebut .

Dicontohkan oleh Walikota, Sasmaya Tuhuleley dan Victor Giovan Raihan misalnya yang dihadirkan untuk berbagi informasi suksesnya, jadi dari segi potensial sebetulnya tidak kalah dengan yang lain. Oleh karena itu, jika kita bisa asah ini terus, bisa sama seperti mereka.

” Kita bawa mereka itu, sebagai contoh keberhasilan anak muda untuk coba mengembangkan usaha. Ini semua demi memberi motivasi kepada anak-anak muda kita, terutama untuk bisa lebih baik lagi. Saya sudah bilang kepada kepala dinas untuk rutin, supaya bisa menjadi contoh dan motivasi kepada seluruh anak-anak yang mau menekuni di bidang usaha,” jelasnya.

Paparnya lagi, berikutnya dirinya akan lebih banyak melaksanakan kegiatan advokasi berupa pelatihan. Oleh karena itu, kami akan memanfaatkan balai latihan kerja, karena kita bergelar tapi kalau kurang terampil akan sangat sulit untuk bersaing. Yang lebih banyak adalah pengetahuan akademiknya oke tapi keterampilan juga itu harus oke. Itu yang paling ideal dibutuhkan oleh masyarakat. Tambah Walikota, soal modal itu, bisa dalam bentuk bantuan dari pemerintah dan bank.

“Modal bukan halangan, karena dengan membuka aplikasi pada IT saja, kita bisa lihat begitu banyak sumber dana yang bisa kita dapat.yang penting apakah konsep, ide-ide itu visibel tidak. Maka nanti orang cari kita,” ajaknya.

Selain kedua narasumber yang dihadirkan, ada pula pemateri dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Maluku.
Selaku Staf Perlindungan Konsumen, OJK Maluku, Stella Matitaputty membawakan materi terkait Literisasi dan inklusi keuangan serta dampaknya dalam pengembangan usaha skala Mikro oleh Jasa keuangan Maluku.

Dijelaskan oleh Matitaputty, aspek ekonomi makro literisasi keuangan memberikan manfaat sebagai berikut, pertama semakin banyak masyarakat yang well literate, semakin banyak pengguna produk jasa keuangan sehingga pada akhirnya akan menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Kedua, semakin banyak orang menabung dan berinvestasi, diharapkan sumber dana untuk pembangunan semakin meningkat.
Ketiga, semakin banyak orang yang memanfaatkan dana lembaga jasa keuangan intermediasi di sektor jasa keuangan semakin besar.

Matitaputty mengharapkan, calon wirausahawan baru ini bisa well literate, dengan memiliki kemampuan mengelola keuangan secara baik Karena dampaknya ketiga aspek diatas. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com