Seram Bagian Barat

17 KK Warga Kalibaru Di SBB Gelap Gulita

2017-05-01-16-35-18-sekolah09bangladesh

SBB, Maluku – Meskipun Indonesia sudah merdeka selama 72 Tahun, namun kemerdekaan itu belum dirasakan oleh 17 KK yang bertempat tinggal di Dusun Kalibaru, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB yang masih menderita dalam kegelapan karena belum menikmati listrik.

Demikian diungkapkan Sekretaris Dusun Kalibaru, Desa Piru, Suryadin yang akrab disapa Ino (32 tahun) yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan nelayan.
Menurutnya beberapa kali warga Dusun Kalibaru yang didampingi Babinkamtibmas Polres SBB, Samat Tutupoho mengadukan hal tersebut kepada Kantor Rayon dan Tempat Pembangkit Listrik di Piru bahkan bertemu dengan Manager PLN Rayon Piru, namun diarahkan ke bagian jaringan PLN.

“Kami bersama masyarakat bersama-sama mendatangi PLN Rayon Piru sudah hampir satu tahun lalu, tetapi belum ada jawaban, bahkan diarahkan untuk menemui bagian jaringan, faktanya sampai saat ini kami yang kembali pasca kerusuhan 1999 sejak 2010 kembali ke Dusun ini, tetapi belum mendapat perhatian dari PLN,” ujarnya.

22446685_1499117420183319_128183218_nMenurutnya, kami menggugah perhatian Pemda SBB untuk memperhatikan nasib kami khususnya penyambungan listrik atau Indonesia terang benderang, sebagaimana semangat Presiden RI, Jokowi yang ingin menerangi Indonesia, sementara jarak Dusun kami dari Desa induk Piru ke Dusun Kalibaru sekitar 17 kilometer.

Ironisnya, letak Dusun Kalibaru, Desa Piru, Kec Serbar dilintasi tiang listrik dan berada ditengah-tengah antara Desa Ariate, Kecamatan Huamual dan Dusun Telaga, Desa Piru. Namun, meski tiang listrik berada di depan rumah masyarakat Kalibaru yang membentang Jalan Trans Seram Huamual, sampai hari ini sejak 17 tahun yang lalu kami tinggal, seperti ada keengganan PT PLN untuk menyambungkan aliran listrik ke rumah-rumah warga Dusun Kalibaru, Desa Piru. (IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top