Seram Bagian Timur

Warga Teor Mengeluh, Hampir 5 Bulan Kapal Berhenti Beroperasi

SBT

Bula, Maluku – Warga Kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengeluh karena sejak lima bulan terakhir, kapal perintis yang biasa beroperasi melayani rute Ambon hingga ke daerah itu berhenti beroperasi. Hal itu menyebabkan warga yang yang mendiami wilayah paling ujung SBT itu terisolir.

“Kami masyarakat di Kecamatan Pulau teor saat ini merasa gelisah karena sudah hampir 5 bulan kapal yang biasanya melayari rute Ambon hingga pulau Teor sudah tidak beroperasi lagi. Padahal itu satu-satunya akses kami keluar daerah,” ungkap Roni Rettob, salah satu warga pulau Teor kepada media ini Minggu, (17/9/2017).

Kata dia, keberdaan kapal perintis saat ini sangat dibutuhkan masyarakat pulau Teor. ini lantaran letak geografis pulau Teor yang berada digugus pulau-pulau menyebabkan masyarakat sulit menjangkau daerah lain tanpa akses transportasi laut.

“Transportasi laut merupakan satu-satunya akses kami ke daerah lain. Kami masyarakat pulau Teor sangat membutuhkan layanan transportasi kapal. pemerintah daerah harus tahu itu. Jangan kami dibiarkan menderita dan kami merasa dipersulit dengan pelayanan pemkab SBT dalam hal ini Dinas Perhubungan karena saat ini tidak ada 1 kapal pun yg melayari di kecamatan pulau Teor, ” kesal dia.

Bahkan akibat layanan transportasi berhenti beroperasi, stok kebutuhan bahan pokok makanan mulai mengalami kelangkaan. Bila kondisi ini terus dibiarkan warga terancam sulit mendapatkan bahan makanan. Selain itu, para siswa maupun mahasiswa asal pulau Teor yang sementara mengenyam pendidikan di luar daerah terutama di Kota Ambon, harus gigit jari lantaran sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan kiriman uang dan stok bahan makanan dari para orang tua akibat tidak ada akses transportasi.

“Anak-anak kami yang sekolah dan kuliah di Ambon sudah mengeluh. Mereka sudah kesulitan bahan makanan serta biaya hidup lainnya. Kami bingung mau kirim dengan apa. Kami berharap ada perhatian pemerintah, “katanya.

Selain pulau Teor, hal yang sama juga menimpa masyarakat di Kecamatan Kesui Watubela. Namun, masyarakat di kedua pulau yang berdekatan dengan pulau Teor itu masih sedikit diuntungkan dengan adanya layanan transportasi dari Provinsi Papua Barat. Sementara layanan transportasi milik pemerintah Provinsi Maluku yang melayani rute Ambon, Geser, Gorom, Kesui, Teor dan seterusnya sejak 5 bulan terakhir berhenti beroperasi tanpa alasan pasti.

“Masa kami lebih diperhatikan oleh Papua dari sisi transportasi ketimbang Pemprov Maluku. Ini terbukti sejak lama kapal yang dari Papua saja yang biasa masuk dipelabuhan Kesui, “ungkap Amat salah satu warga Kesui berbincang dengan media ini via seluler kemarin.

Padahal, kapal perintis yang melayani rute tersebut merupakan satu-satunya akses menuju kota Ambon. Tidak hanya itu, layanan kapal perintis itu merupakan satu-satunya akses penyuplai bahan makanan untuk masyarakat setempat.
Masyarakat berharap, pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur secepatnya mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ini. Tidak hanya itu, mereka meminta peran wakil rakyat, DPRD Maluku dan DPRD SBT membantu memperjuangkan kepentingan rakyat Teor dan Kesui untuk mendapatkan layananan transportasi yang layak.

“Pemprov harus menyikapi persoalaan ini. Bapak Gubernur dan bapak bupati harus bertindak. Kami juga minta DPRD berperan aktif memperjuangkan kepentingan rakyat Kesui, kondisi ini jangan terus dibiarkan terus menerus, ” harapnya. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top