Ekonomi

Tekan Angka Inflasi di Ambon, Program PSBI Dijalankan

21390525_1928729347389469_623885087_o

Ambon, Maluku – Salah satu cara menekan inflasi di Maluku, Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon, bergerak melalui pemberdayaan masyarakat, adakan peresmian sekaligus penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), program pola tanam cabai dan penanaman perdana.
Program ini, sebagai dedikasi untuk negeri yang menjadi moto BI yang didalamnya dikemas berupa program pengaturan pola tanam cabai pada klaster binaan Dusun Taeno, Desa Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Pantauan INTIM NEWS di Taeno, Selasa (5/9/2017), BI Maluku memberi bantuan berupa satu unit irigasi air permukaan, satu buah kendaraan roda tiga Tosa, dua buah alat semprot otomatis (handspayer) dan dua buah pompa air.
Sedangkan bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku berupa bibit cabai untuk areal 20 hektar dan bibit bawang merah untuk areal 10 hektar, 11 buah alat pengolah tanah cultivator dan 8 buah mesin pompa air serta alat semprot semi otomatis 17 buah. Sementara PT.Petrokimia Gresik beri bantuan berupa 20 ton pupuk Petro Organik.

“Khusus Maluku, perlu Saya sampaikan bahwa ada kondisi yang menjadi tantangan kita bersama. Bahwa inflasi Maluku posisi Juni dan Juli 2017 termasuk posisi tertinggi di Indonesia. Faktor penyumbang inflasinya itu ternyata adalah, bahan pokok makanan yakni bumbu-bumbuan bawang, cabe, juga sayur-sayuran dan ikan segar. Komoditas inilah yang sering bergejolak, penyebab inflasi baik di Tual maupun di Kota Ambon dan Maluku umumnya,” ungkap Bambang Pramasudi ,Kepala Perwakilan BI Maluku dalam sambutan singkatnya.

Dirinya berharap kepada para petani agar tidak menjual hasil panen pertanian ke luar daerah Maluku demi mencari harga tinggi, hingga menyebabkan stok di daerah sendiri jadi berkurang.
Sementara itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy pun menegaskan akan membuat peraturan daerah, khusus untuk tidak menjual hasil panen pertanian masyarakat Kota Ambon ke luar Maluku, agar supaya stok tetap stabil. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top