Pendidikan

Reses, Johan Rahantoknam Soroti Masalah Pendidikan

rahantoknam

AMBON, MALUKU – Reses masa sidang III tahun 2017,Johan Rahantoknam soroti masalah pada bidang pendidikan.Jelajahi daerah pemilihannya,di Kabupaten Aru,Maluku Tenggara dan Kota Tual,masih ada temuan yang didapati di beberapa sekolah menengah atas.

“Terkait dengan pendidikan, banyak sekali formasi guru-guru bidang studi yang belum kita selesaikan. Artinya, banyak sekolah SMA,SMK baik negeri maupun swasta,penyebaran gurunya belum merata.Itu menjadi salah satu keluhan.Berikut juga terkait dengan hak-hak sebagai guru-guru honorer,juga belum kita selesaikan dan mereka meminta perhatian dari pemerintah provinsi ,dalam hal ini DPRD untuk bersama-sama dengan dinas terkait, untuk membicarakannya supaya hak-hak mereka kalau bisa dalam waktu dekat sudah bisa terealisasi,” Ungkap Rahantoknam kepada wartawan di ruang komisi D,DPRD Maluku, Senin (25/09/2017).

Sambung politisi PDI Perjuangan Maluku ini,kita berharap dinas pendidikan dalam hal ini, miliki data supaya semua guru-guru ditingkat SMA dan SMK di provinsi Maluku dan khususnya di dapil saya. Sehingga, menjadi perhatian serius karena ada sekolah hanya gurunya tiga orang PNS dan sisanya honorer.

“Nah ,honorer dalam posisinya itu seperti yang kita ketahui bersama bahwa sangat bervariasi. Variasinya ada dimana?Ada pada kabupaten/kota yang di SK-kan oleh kabupaten, dan honor yang SK-nya dari yayasan maupun dari komite sekolah. Ini yang harus kita selesaikan. Termasuk juga rancangan UPTD dinas pendidikan .Ini juga harus sesegera mungkin perdanya dituntaskan.Sehingga mereka ada tempat. Mereka ini kira-kira mau melapor ke siapa?”herannya.

Temuan lain sebutnya yakni,sarana dan prasarana pendidikan.Ruang Laboratorium tidak mencukupi.Juga, sekolah SMA Negeri I Tual.Lantai duanya sudah nyaris roboh,karena konstruksi bangunannya, walaupun dia baru dibangun kurang lebih tujuh delapan tahun yang lalu, tapi relatif konstruksi bangunannya sudah nyaris roboh. Jadi selama ini, lantai dua bangunan itu tidak digunakan. Padahal, dia termasuk sekolah yang tertua di Maluku Tenggara.

Sementara itu tuturnya lagi,SMA Negeri I Kei Kecil yang masuk dalam kewenangan wilayah pemerintahan kabupaten Maluku Tenggara.Ruang laboratoriumnya tidak selesai dikerjakan sampai dengan hari ini oleh pemkab Malra,karena setelah kewenangannya ke Dinas Pendidikan provinsi Maluku akhirnya mereka stop bekerja dan akhirnya menjadi salah satu hambatan bagi siswa-siswa untuk melakukan praktikum.

“Temuan yang berikut lagi disalah satu SMA di Kei Besar di Holak, Kei Besar Utara Timur.SMA itu sudah kurang lebih sepuluh tahun masih meminjam gedung di salah satu sekolah disana, di ibukota kecamatannya, karena belum memiliki gedung sekolah apa-apa.Ya, kalau gedung sekolahnya aja belum ada,bagaimana dengan guru-gurunya. Oleh karena itu, kami juga dalam waktu dekat akan bersama-sama dengan dinas terkait, untuk membicarakannya supaya masalah-masalah ini bisa segera diselesaikan,”harapnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com