Maluku Tenggara

Presiden Dipastikan Buka Festival Pesona Meti Kei II Oktober 2017

22155040_427493774311698_199409417_n

Tual, Malra – Menurut rencana pada tanggal 22 Oktober 2017, Presiden RI Joko Widodo akan langsung meresmikan Rumah Adat Rascap Faan sekaligus Pencanangan Desa (Ohoi) Tanimbar Kei sebagai Ohoi Pancasila.

Pemerinta Daerah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) bersama Pemerintah Kota Tual, melalui Dinas Pariwisata terus berupaya menyiapkan berbagai sarana dan prasarana guna mensukseskan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) edisi lI.

FPMK merupakan even kedua berskala nasional yang akan melibatkam Pemerintah Kabupaten Malra dan Pemkot Tual, dan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI beserta Masyarakat di Kepulauan Kei.
FPMK ll merupakan tindaklanjut di anugerahkannya Kepulauan Kei sebagai Juara 1, Kategori I, Surga Tersembunyi Terpopuler (Most Popular Hidden Paradise) Indonesia, yang telah sukses pada pada even FPMK 2016.

Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Roy Rahayaan. SH. saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/9/2017) mengatakan bahwa di lapangan persiapan sarana dan prasarana serta tempat nginap para tamu terus menerus sudah kami lakukan khusus di tempat sentral -sentral kegiatan, termasuk berbagai kegiatan untuk mengisi acara FPMK II, sedang giat-giatnya berlatih untuk kesiapan.

Dikatakan, untuk even Meti Mei kali ini agak berbeda, sebab rencananya Presiden RI yang akan datang pada tanggal 22 Oktober, dan akan langsung meresmikan Rumah Adat Rascap Faan. Juga Pencanangan Desa (Ohoi) Tanimbar Kei sebagai Ohoi Pancasila. Sebagai pertimbangan salah satu desa yang masih sangat tradisional dan paling lengkap, dengan 5 Agama, besar didalam Ohoi Tanimbar Kei, yang hidup rukun, serta sama sekali tidak terprovokasi saat peristiwa kerusuhan di Maluku.

22091748_427493714311704_110855260_nSekaligus rencananya, Presiden juga akan diberikan gelar penghormatan dari warga setempat yakni ‘Dir U Hamwang’, sebagai Jabatan Pimpinan tertinggi oleh 22 Raja di Kei,” Ujar Rahayaan.

Selain itu kali ini juga akan dimeriahkan dengan dayung Belang hias (perahu), budaya yang akan melibatkan 22 rascap (gabungan beberapa desa Ohoi) yang ada di kepulauan Kei secara keseluruhan. Dan untuk lomba dayung babak penyisihan di kota Tual dan berakhir di Kabupaten Malra.

Menurutnya, ada 3 Kabupaten di Maluku yang sudah pasti akan turut serta dalam kegiatan FPMK II, dari karnaval sampai dengan acara puncak dengan membawa peserta dalam jumlah banyak, sehingga segala persiapan diharapkan harus sesuai target.

Ditambahkannya pula konsep pariwisata Kepulauan Kei secara keseluruhan akan dipromosikan pada FPMK ini, dengan mengajak para tamu mengelilingi pulau lokasi wisata yang ada di kepulauan Kei, dan sudah dibicarakan dengan Dinas Perhubungan.

“Kepada seluruh masyarakat Kei, dimana saja berada agar sama sama membantu mempromosikan FPMK II ini, agar gaungnya menjadi lebih besar dan lebih meriah dari FPMK 2016. Selain itu kemananan dan kenyamanan masyarakat di kedua daerah diharapkan tetap aman dan kondusif,” Tutupnya. (CR-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top