Seram Bagian Timur

OKP Demo Minta Transparansi Panlok Soal TdM SBT

SBT COVER
Demo OKP mengenai anggaran TdM di SBT, Kamis (14/9/2017)

SBT, Maluku – Polemik tentang anggaran Rp. 8 miliar yang diperuntukan untuk pelaksanaan even Tour De Malvccas di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) masih terus berlanjut. Kamis, (14/9/2017) siang sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di daerah itu melakukan aksi unjuk rasa menuntut panitia lokal (panlok) Tour de Malvccas (TdM) untuk menjelaskan tentang penggunaan dana Rp. 8 miliar yang digunakan untuk even tersebut. Para demonstran yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Koalisi Bersama Rakyat (Kibar) dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) juga menuntut panitia lokal (Panlok) melakukan transparansi soal penggunaan dana miliaran rupiah itu.

Para demonstran memulai aksinya pada pukul 10.34 Wit dari pelataran masjid raya Kota Bula melakukan long march menuju pertigaan jalan protokol hingga ke sekretariat TdM. Di sekretariat TdM para demonstran melakukan orasi dan meminta ketua panitia lokal untuk menemui mereka dan menjelaskan tentang transparansi penggunaan anggaran miliaran rupiah yang digunakan untuk even yang akan dilaksanakan pada 18 September 2017 mendatang itu.
Setelah hampir sejam melakukan orasi di depan sekretariat lokal TdM, para demonstran kemudian ditemui oleh ketua panlok TdM, Ir. Teddy Sibualamo yang didampingi sekretarisnya, Sidik Rumalowak. Namun setelah menunggu beberapa menit pertemuan yang diminta tidak dapat dilakukan lantaran pendemo meminta panitia lokal juga menghadirkan pihak dinas pekerjaan umum SBT dan dinas pariwisata SBT. Kedua instansi tersebut dianggap paling mengetahui proses pengelolaan dana miliaran rupiah yang digelontorkan untuk even itu.

SBT ISISituasi mulai memanas setelah aksi saling dorong antara para pendemo dengan polisi pamong praja mulai terjadi. Kericuhan mulai tidak terhindarkan setelah gordom salah satu peserta aksi yang merupakan kader HMI ditarik hingga putus oleh OTK. Namun situasi keamanan kembali kondusif setelah para demonstran memilih untuk tidak melanjutkan aksinya dan kembali ke sekretariat HMI cabang SBT yang dijadikan markas para demonstran. Informasi yang diterima media ini, aksi demonstrasi akan kembali dilakukan pada Jumat (15/9/2017) besok dengan agenda tuntutanan yang sama.

Sementara itu, ketua panlok TdM SBT, Ir. Teddy Sibualamo mengatakan penggunaan anggaran Rp. 8 miliar yang dialokasikan untuk even tersebut bukan sepenuhnya untuk operasional panitia. Namun dana tersebut dialihkan ke sejumlah instansi teknis untuk pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung.

“Tidak satu sen pun panitia gunakan sebagai operasional. Semuanya untuk program pembangunan infrastruktur pendukung, ungkap Sibualamo kepada wartawan saat konfrensi pers di sekretariat TdM SBT jalan pandopo kota Bula, Kamis, (14/9/2017).

Kata dia, biaya operasional panitia lokal Tour de Malvccas yang selama ini digunakan berasal dari biaya sponsor sejumlah perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang turut berpartisipasi untuk menyukseskan even internasional tersebut. Biaya operasional panitia selama ini kita gunakan dana sponsor. Para sponsor ada yang dari BUMN, BUMD, perbankan dan perusahaan swasta. Coba lihat ada logo-logo sponsor kita cantumkan dispanduk yang kita pasang dibahu-bahu jalan, “katanya.

Menurut Sibualamo, demonstrasi yang yang dilakukan oleh sejumlah OKP untuk meminta transparansi penggunaan dana Rp. 8 miliar yang diperuntuhkan untuk even tersebut dinilai merupakan bentuk dari kontrol masyarakat terhadap kinerja panitia lokal TdM dan hal tersebut sangat wajar. Namun dia berharaqp, masyarakat di daerah itu dapat menjaga situasi keamanan tetap kondusif terutama jelang puncak acara tersebut. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top