Militer

Koramil 1502-08 Gelar Nobar Film G30S/PKI

nobar PKI
Suasana saat Nobar G-30 S/PKI di Balai Desa Waimita, SBB

SBB,Maluku – Instruksi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo agar semua jajaran menggelar Nobar Film Penghianatan PKI atau yang akrab dengan sebutan G-30 S/PKI, kini dilaksanakan Nobar oleh Koramil 1502-08/Kairatu di Balai Desa Waimital, Kec. Kairatu, Kab. SBB, Sabtu, (30/9/2017).

Aksi Nobar ini dihadiri sekitar 800-an orang masyarakat Waimital dan sekitarnya. Membacakan sambutannya Danrem 151/Binaiya tentang Nobar yang disampaikan oleh Danramil 1502-08/Kairatu, Setiono mengatakan, film G-30S/PKI mengisahkan tentang upaya kudeta Gerakan 30 September 1965 yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dimana tujuh orang perwira tinggi dan perwira pertama TNI AD diculik dan dibunuh dalam suatu usaha kudeta yang dilakukan PKI.

“PKI adalah sebuah partai berhaluan komunis yang telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang dan telah dibubarkan. Sesuai Tap MPRS RI No : XXV/MPRS/1966,” tegasnya.

Nobar PKI2Lebih lanjut Danramil tegaskan, kegiatan Pemutaran Film ini bertujuan agar masyarakat khususnya generasi muda mengerti, memahami, dan mewaspadai bahaya laten komunis yang sewaktu-waktu dapat muncul kembali agar peristiwa yang dilakukan oleh PKI tidak terjadi lagi.

“Komunis merupakan suatu paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Paham yang tidak sesuai dengan sendi kehidupan rakyat Indonesia. Oleh sebab itu kita sebagai warga Negara Indonesia harus tetap memegang teguh Pancasila sebagai idiologi bangsa kita,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Mahkamah Kehormatan DPRD SBB, Eko Budiono, SE mengapresiasi kegiatan nonton Bareng Film G 30 S/PKI oleh Koramil 1502-08/Kairatu.

“ini merupakan catatan penting agar generasi muda, seluruh masyarakat mengetahui sejarah kelam bangsa ini, atas pembantaian para Jenderal, atas penghianatan PKI yang ingin merongrong ideologi bangsa ini,” tegasnya.

Dikatakan, terkait Film tersebut, diharapkan masyarakat tidak perlu mempertanyakan apakah film tersebut relevan atau tidak Relevan. Yang intinya adalah film tersebut merupakan bukti sejarah bangsa ini, serta hal tidak tersebut tidak menimbulkan kebencian terhadap suatu kelompok, atau mantan Eks PKI di daerah daerah, sehingga kedepan kita dapat mendukung segala pembangunan Nasional.

Hal yang sama diungkapkan salah satu akademisi saat bersama-sama menonton film G 30 S/PKI, Suharno, S.Ag, M.Pdi. Dikatakannya, perlu penanaman rasa patriotisme dan nasionalisme. Pasalnya, tanpa hal ini generasi muda tidak mengetahui sejarah penghianatan G 30S/PKI.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Nobar film G 30 S/PKI untuk diputar dan terus diputar, sehingga mengingatkan generasi muda yang belum pernah melihat bagaimana kejamnya penghianatan PKI. Saya berharap ini selalu diperhatikan oleh pemerintah terkait sejarah pilu, bagaimana PKI tidak mengenai adanya Tuhan atau Allah SWT, karena Indonesia adalah Negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Nobar Film G 30 S/PKI yang dilaksanakan oleh Koramil 1502-08/Kairatu, Eko Budiono, SE (Ketua BK DPRD SBB), Kapten Inf Bambang Setiono (Danramil 1502-07/Kairatu), Kapten Yogi Atmojo (wadan Yonif 515/Utg), AKP Zeth D. Riry (Kapolsek Kairatu), Maryadi, S. Sos (Plt. Kades Waimital), Hi. Kliwon (Ketua BPD Desa Waimital), Kapten Inf. Leksos WB Wibadanyono (Kaur Um Dodiklatpur Rindam XVI Ptm), Saul Tuhuteru (Raja Negeri Hatusua), Jefry (Plt. Kades Waipirit) dan dihadiri sekitar 800 orang masyarakat Waimital dan sekitarnya. (IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top