Hukum & Kriminal

Kasus Pengrusakan Rumah di Desa Samasuru Mangkrak, Tuny : Kapolda Harus Copot Kapolsek Teluk Elpaputih

Yustin Kasus Samasuru

MASOHI,MALUKU- Laporan Kasus Dugaan Pengrusakan Rumah Warga Jemaat Samasuru, Klasis Masohi, Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah diduga mangkrak alias jalan ditempat. Kasus yang telah dilaporkan dengan Nomor: STPL/04/III/2017/ itu tak jua membuahkan hasil.

Kecewa dengan proses hukum di Polsek Teluk Elpaputih, Yustin Tuny,SH. selaku kuasa hukum dari Yunus Rumauru, Felipus Sahakay dan Metheos Pocasouw meminta Kapolda Maluku,Irjen Pol. Drs Deden Juhara untuk mencopot Julkisno Kaisupy dari jabatan Kapolsek Teluk Elpaputih serta mengevaluasi kinerja anggotanya di jajaran Polsek tersebut.

Untuk kasusnya, Dikronologikan, tanggal 4 Maret 2017 kurang lebih Pukul 20. 30 Wit terjadi penyerangan terhadap Warga Jemaat Samasuru, Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah, penyerangan dilakukan dari arah Barat dan Timur Jemaat Samasuru. Diduga penyerangan dilakukan oleh Warga Jemaat GPM Elpaputih yang tidak menghendaki Sidang Klasis Masohi Ke 33 berlangsung Jemaat Samasuru.

Dampak dari penyerangan tersebut 8 (delapan) rumah Warga Jemaat Samasuru menjadi rusak, yang menjadi korban pada peristiwa tersebut adalah Adrian Lohy, Marthinus Latale, Fredek Rumauru, Marleny Lohy, Ny. Suripatty, Filipus Sahakay, Matheos Picasouw, Yunus Rumauru. Dari perkembangan laporan yang disampaikan para korban, 5 orang masing-masing Adrian Lohy, Matinus Latale, Ny. Suripatty Frdek Rumauru, Marleni Lohy menyatakan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dan pihak pelaku menggantikan seluruh kerusakan yang dialami korban.
Namun Flipus Sahakay, Matheos Picasouw dan Yunus Rumauru menyatakan untuk menlanjutkan kasus pengrusakan yang dialami mereka sampai dengan proses persidangan di Pengadilan Negeri Masohi.

Penolakan perdamaian dengan pelaku pengrusakan pasalnya sejak tahun 1997 sampai dengan tanggal 4 Maret 2017 setiap terjadi konflik rumah mereka selalu menjadi korban pengrusakan dan tidak ada proses hukum secara nyata yang dirasakan oleh korban. Karena itu, kasus pengrusakan yang terjadi saat ini para korban berkomitmen untuk penyelesaiannya lewat jalur hukum guna memberikan efek jera bagi para pelaku pengrusakan.
Karena tidak adanya kepastian dari Laporan/Pengaduan yang disampikan, Pengacara Yustin Tuny,SH menyurati kepada Bapak Kapolres Maluku Tengah dan Bapak Kapolsek Teluk Elpaputih Nomor: 15/KA-YT/V/2017 Perihal: Permohonan Penjelasan Kasus tertanggal 23 Mei 2017 diserahkan oleh Mesak Tansora di Polsek Teluk Elpaputih, diterima oleh Anggota Polsek Teluk Elpaputih J. R Hehakaya tanggal 26 Mei 2017. Selanjutnya Tanggal 26 Mei 2017 Polsek Teluk Elpaputih membalas surat Saya dengan Surat Bernomor: B/37/V/Polsek Bersifat: Biasa, Perihal: Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan, Tertanggal 26 Mei 2017 ditandatangani oleh Kapolsek Teluk Elpaputih.

Namun setelah dicermati surat dari Polsek Teluk Elpaputih Nomor: B/37/V/2017 Polsek Poin 1 sampai dengan Poin 6 ternyata ada terjadi keganjilan dalam proses hukum terhadap Laporan/Pengaduan yang disampaikan. Oleh karena itu, terhadap Jawaban SP2HP yang diberikan Tuny kembali menanggapinya dengan surat bernomor: Nomor : 18/KA-YT/P/VI/2017, Perihal : Tangapan Terhadap SP2HP Polsek Teluk Elpaputih. Harapan dari pada korban agar kasus pengrusakan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku ternyata belum membuahkan hasil. Oleh karena itu tanggal Ambon, 19 Juli 2017 Yustin Tuny menyurati Bapak Kapolda Maluku dengan surat bernomor: 22/KA-YT/L.P/VII/2017, Perihal: Laporan/Pengaduan Terhadap Kinerja Kapolsek dan Penyidik Polsek Teluk Elpaputih.

Bererapa hari kemudian setelah surat disampaikan Yustin Tuny,SH di hubungi oleh Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah untuk mengikuti gelar perkara di Polres Maluku Tengah. Hanya saja pada saat dihubungi Yustin Tuny berada diluar daerah sehingga tidak sempat mengikuti proses gelar perkara. Setalah Tuny tiba di Masohi dan berkomunikasi dengan Kasat Resrim Bulan Agustus lalu dijelaskan gelar perkara telah dilaksanakan. Kurang lebih 7 bulan belum ada penetapan tersangka oleh Polsek Teluk Elpaputih dan berdasarkan SP2HP yang diberikan diduga ada pihak tertentu yang dilindungi oleh Polsek Teluk Elpaputih. Serperti barang bukti yang disita oleh penyidik berkaitan dengan kasus dugaan pengrusakan akan tetapi pemilk barang bukti tidak dimintai keterangan sama sekali. Selain itu ada saksi yang belum dimintai keterangan tetapi disebutkan telah dimintaiketerangan oleh penyidik.

“Ya ini bukan asusmsi saya tetapi termuat dalam SP2HP yang diberikan oleh Polsek Teluk Elpaputih kepada saya dan akan saya buktikan itu kalau dimita oleh Bapak Kapolda Maluku” tandasnya. (IN-07/YUN)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top