Maluku Tenggara

Ini Penyebabnya.. Ngaku Salah, PLN Janji Perbaiki Alat Elektronik Warga Yang Rusak

PLN Tual

Langgur, Malra – Menindaklanjuti keluhan warga akibat kelalaian dari pihak PLN, terhadap padamnya listrik di Wakatran, Kecamatan Kei Besar Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara, beberapa waktu lalu maka pihak PLN sudah melakukan pertemuan dan diskusi antara pihak PLN Ranting Elat, bersama rekanannya (Mitra) dan juga warga yang barang-barangnya mengalami kerusakan pada Rabu, (27/9/2017).

Pihak PLN dan mitra PLN menjanjikan akan ganti rugi dan memperbaiki alat-alat elektronik warga yang rusak akibat padamnya listrik yang dilakukan PLN tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Untuk diketahui, kejadian rusaknya alat elektronik sejumlah warga di Desa Elat, Kecamatan Kei Besar Tengah beberapa waktu lalu itu, akibat lost kontak saat proses pemeliharaan jaringan oleh mitra PLN, yang menyebabkan tegangan listrik melebihi batas normal.

Dari kejadian tersebut, PLN Ranting Elat melalui Mitra sepakat untuk memperbaiki seluruh kerusakan barang elektronik warga yang rusak akibat kejadian tersebut.

Kepala Supervisor Operasi PLN Area Tual/Malra Stephanus Topan yang didampingi Kepala PLN Ranting Elat, Jhon Kabaresi saat dikonfirmasi di Kantor PLN Area Tual, (27/9/2017) mengatakan akan menindaklanjuti kerusakan alat elektronik milik warga yang rusak akibat kelalaian pihaknya.

Menurut Topan dalam keterangannya, untuk wilayah Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara pengoperasian listrik hanya berlangsung selama 18 jam yakni mulai sekitar pukul 13.00 hingga 17.00 WIT lalu kemudian aliran listrik akan dipadamkan. Pada range waktu tersebut PLN melakukan proses pemeliharan melalui Mitra dengan melakukan pemasangan panel. Namun terdapat kendala saat proses pemeliharaan yang menyebabkan hilangnya kontak aliran listrik.

baca juga : Nah Lho.. Akibat Listrik Sering Padam, PLN Jadi Tempat Penampungan Alat Elektronik Warga yang Rusak

“Pengerjaan ini sengaja kita lakukan pada jam 13.00 sampai jam 17.00 WIT, karena diwaktu itu memang sistem tidak beroperasi, mitra kita melakukan pemeliharaan berupa pemasangan panel. Pada waktu pemasangan hingga selesai pada sambungan di sisi netral atau Nol CTR terjadi lost kontak. Nah pada saat sistem padam kita tidak bisa nyoba, nanti pada pukul 18.00 WIT jaringan listrik dinyalakan, disitu pada sisi sambungan nol terjadi longgar atau lost kontak yang menyebabkan teganggan melebihi batas normal,” Akui Topan.

Ditambahkannya, akibat kejadian itu memicu rusaknya sejumlah barang elektronik milik warga setempat. Sejauh ini pihak PLN, bersama Mitra dan warga setempat telah melakukan diskusi. Dari hasil diskusi tersebut pihak PLN melalui pihak Mitra bersedia untuk memperbaiki seluruh peralatan elektronik warga yang mengalami kerusakan.

“Kita menyadari kesalahan ada pada proses perbaikan tersebut, dan dari pihak Mitra yang melakukan pekerjaan perbaikan, bersedia untuk memperbaiki seluruh kerusakan barang elektronik akibat padamnya aliran listrik,” terangnya.
Disinggung soal kondisi Generator, Topan menegaskan bahwa Generator dalam kondisi layak untuk digunakan.

“Permasalahanya pemadaman bukan ada pada kurang optimalnya generator, tetapi pemadaman itu karena daya yang pas-pasan yang hanya bisa digunakan untuk 18 jam operasi, dan warga sudah tahu itu. Selain dari pada itu rata-rata kerusakan atau padammnya listrik disebabkan oleh ranting atau pohon yang tumbuh dibawah jaringan, sehingga mengakibatkan kabel aliran terputus,” ungkapnya.

Apalagi pada beberapa desa, Weduar misalnya sangat sering terjadi gangguan karena masih dalam terkendala dengan Pohon-pohon besar. Namun memang sudah dilakukan negosiasi untuk dilakukan penebangan, itupun masih terkendala, karena ada warga yang ikhlas, namun ada juga yang tidak. (CR-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top