Maluku Tengah

Festival Abdau di Tulehu, Diharapkan Picu Kunjungan Pariwisata

abdau tulehu

Ambon, Maluku – Gubernur Maluku, Said Assagaff meminta event budaya Abdau yang digelar di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, agar dibuat lebih meriah lagi tahun depan.

“Bapa Raja yang saya hormati, saya minta acara Abdau tahun depan, dibikin lebih meriah lagi. Seluruh peserta akan kita buatkan kostum seragam yang lebih bagus,” ujar Assagaff, saat membuka Festival Abdau 2017, di Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, (1/9/2017).
Melalui release Minggu (3/9/2017) Gubernur Maluku menyebutkan, apa yang dia sampaikan ini merupakan janjinya sebagai gubernur, yang akan dia tepati.
“Janji saya ini adalah utang, dan utang akan saya bayar,” tegasnya.
Dia lantas meminta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Habiba Saimima, agar tahun berikutnya para peserta dibikinkan kostum yang lebih meriah, agar kunjungan pariwisata ke Tulehu lebih meningkat dan bisa mensejahterakan masyarakat di negeri tersebut.
gub 3Agar masyarakat bisa sejahtera, Assagaff memesankan beberapa hal. Yang pertama, dia meminta agar seluruh lapisan masyarakat Negeri Tulehu, maupun negeri-negeri lainnya di daerah ini, untuk menjaga stabilitas keamanan di negeri masing-masing.
“Potensi Negeri ini besar. Orang akan datang kemari tanam investasi, tapi kalau negeri kita masih ribut, maka uang yang akan mereka bawa, tidak jadi mereka investasikan si sini,” tandas Assagaff.

Abda’u sebagai daya tarik utama pada festival ini, merupakan tradisi adat puncak dari serangkaian parade budaya yang dilakukan masyarakat Negeri Tulehu bersama warga dari beberapa desa lainnya.
Tradisi yang dilaksanakan seusai sholat Idul Adha ini, di Negeri Tulehu sudah berlangsung selama ratusan tahun lalu, yakni setelah terbentuknya pemerintahan otonom yang bersyariat islam sekitar 1600 Masehi.
Tradisi ritual Abda’u pada festival ini, diikuti oleh ratusan bahkan ribuan pemuda negeri yang berkaos oblong atau pun singlet.
Pada tradisi ini, Imam Masjid Tulehu menyerahkan bendera hijau berenda benang kuning emas yang diikatkan ke tongkat sepanjang dua meter, berlafalkan kalimat Lailaha Ilallah Muhammadarrasulullah, yang berarti “Kami bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”.
Bendera inilah yang akan diperebutkan oleh ratusan bahkan ribuan pemuda secara bersamaan dengan sekuat tenaga, sepanjang bendera itu melewati ruas-ruas jalan dalam Negeri Tulehu. Mereka berdesak-desakan, ada yang melompat dari atas pagar atau atap rumah supaya bisa berada di atas kerumunan dan berjalan di atas tubuh-tubuh yang sedang berebut bendera.
Rebutan bendera ini dilakukan sambil mengeliling negeri hingga berakhir di Masjid Raya Negeri Tulehu. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top