Seram Bagian Barat

Bandar Udara Belum Layak diBangun di Seram Bagian Barat

BANDARA SBB

SBB, Maluku – Pembangunan Bandar udara (Bandara) yang rencananya akan dibangun oleh pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, yang berlokasi di dataran Kota Nia, Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku, itu belum pantas untuk di bangun di kabupaten dengan julukan Saka Mese Nusa ini. Karena hadirnya bandara di SBB ini tidak membawa warna cerah bagi kondisi Kabupaten dan juga masyarakat. Sebagaimana sesuai dengan harapan kita bersama dan juga Slogan pemerintahan yang baru ini yaitu Kasih Bae SBB. Kalau cuman sekedar “Kasih Bae SBB” dalam bentuk pembangunan fisik yang yang muaranya hanya untuk pencitraan daerah dan kepentingan kelompok semata tanpa berfikir untuk masyarakat secara totalitas sich, sangat luar biasa bagusnya dengan kehadiran bandara itu demikian disampaikan Johan Suneth Patty Wakil Ketua Forum Pemuda Talabatai, kepada Intim News belum lama ini.

Menurutnya, Pemerintah Daerah harusnya mencanangkan program yang banyak bermanfaat untuk kepentingan masyarakat secara umum, bukan program yang hanya bermanfaat untuk kepentingan segelintir orang, dan juga hanya untuk pencitraan daerah semata. Meskipun anggaran yang dikucurkan untuk program tersebut bersumber dari APBN sekalipun tapi alangkah luar biasanya kalau di alihkan untuk kegiatan dan atau pembangunan yang lebih layak dan lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Seyogyanya pemerintah harusnya lebih Fokus lagi untuk program-program yang berskala prioritas. Yang berguna dan bermanfaat untuk seleruh elemen masyarakat. Sebab, harapan besar kabupaten dengan julukan saka mese nusa ini lepas Tangkai dari Induk pohon Bunga Melatinya (Maluku Tengah) tak lain adalah untuk memberikan aroma sedap nan menawan khusus untuk segenap pemiliknya hingga kepelosok (SBB). Namun kenyataannya para penjaga yang diberikan kepercayaan oleh seluruh masyarakat untuk menjaga Sang melati agar kuntumnya terus mekar dan memberikan aroma sedap kepada segenap masyarakat, tidak dilaksanakan dengan baik. Makanya daerah ini, masih tertinggal dalam segala aspek oleh sebab itu Kabupaten ini membutuhkan perhatian serius dari penjaga baru (Pemerintahan-YAKIN) untuk lebih fokus dalam hal peningkatan infrastruktur dan fasilitas lainnya guna mendukung peningkatan pendapatan masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakatnya.

Melukiskan lemahnya para pejabat- pejabat, dalam menakar harapan serta kebutuhan-kebutuhan prioritas pembangunan yang diinginkan oleh masyarakat. Inilah yang dilakukan pemda dengan adanya perencanaan pembangunan Bandar udara (bandara) ini, tanpa disadari oleh mereka (Pemda) Kabupaten SBB ini.
Hasil lukisan tentang kondisi alam di beberapa daerah di Kabupaten SBB tercinta inikan masih sangat jauh dari harapan kita bersama dan masih sangat memprihatinkan. Belum terpenuhinya infrastruktur di beberapa daerah dalam bingkai SBB, ini mengakibatkan lokasi atau daerah-daerah tersebut sangat terisolir dan menjadi terkebelakang.

“Seperti beberapa daerah di di Kecamatan. Pasti Pemda punya data lah, tak perlu saya jabarkan daerah-daerah mana,” katanya.

Dari keadaan dan kondisi yang memprihatinkan inilah, sangat mengharuskan pemerintah daerah untuk harus lebih memaksimalkan perhatian mereka terhadap daerah-daerah tersebut. Masyarakat Seram Bagian Barat terkhusus daerah-daerah terisolir/terbelakang, belum menginginkan dan saat ini tak membutuhkan Bandara. Melainkan pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten dan Kecamatan, jembatan, system drainase, peningkatan sarana kesehatan sampai ketingkat Desa, peningkatan sarana pendidikan, dan peningkatan pembangunan sumber daya manusia yang ada di kabupaten ini sesungguhnya itu lebih mulia, bermanfaat dan jauh lebih penting daripada membangun bandara yang nota bene hanya bermanfaat untuk sekelompok orang dan menguntungkan pihak-pihak tertentu.dan itu seharusnya yang dilakukan oleh Pemda.

Karena sudah sangat jelas teori ilmu ekonomi, bahwa, melihat dan menilai tingkat kesejahteraan masyarakat itu dari angka ekonomi perkapita. Nah, bagaimana angka ekonomi mau meningkat kalau infrastruktur tak menunjang. Pemda harusnya memiliki ide-ide serta gagasan yang cemerlang terkait dengan masalah-masalah di Kabupaten ini, sebagai perwujududan slogan Kase Bae SBB, pemda harusnya berfikir dalam rangka percepatan pembangunan lokal sebagai symbol slogannya dan bisa menjadi lompatan yang signifikan dari pemerintahan terdahulu, untuk merubah wajah kabupaten tercinta ini kearah yang lebih baik.

Optimalkan pembangunan sentra-sentra produksi masyarakat yang merupakan bagian dari sumber kehidupan mereka. Meskipun wilayah SBB ini satu, namun pada prinsipnya masing-masing daerah/lokasi memiliki ciri khas potensi masing-masing, dan ini perlu dilakukan pemetaan yang serius agar kiranya proses penyaluran tidak mubazir. Dan juga harus ada perhatian pemda untuk melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM dan petani. sebab kurang tertatanya potensi dari setiap daerah yang ada, maka mengakibatkan tingkat produktifitas tak kelihatan dan dirasakan masyarakat, sehingga banyak sekali parameter kesuksesan pembangunan yang tidak dimiliki. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top