Buru Selatan

Tagop Gelar Tasyakkur Walimatussafar Lil Hajji Dan Leihitu Berdzikir Di Negeri Lima

21017825_1922814127980991_409471916_o

Ambon, Maluku – Merekatkan hubungan persaudaraan, antar masyarakat di Jazirah Leihitu, Tagop Soulissa gelar Tasyakkur Walimatussafar Lil Hajji Dan Leihitu Berdzikir Di Negeri Lima, (19/8/2017).

“Acara ini, sebagai silaturahmi keluarga, berkaitan dengan keberangkatan haji Saya dan istri ke Tanah Suci, Mekkah. Juga sekalian dengan membuat acara Jazirah Leihitu berdzikir. Tujuannya, agar bisa memberikan penyucian kepada hati, supaya betul-betul mendapat berkah, mendapat rahmat, tidak ada lagi rasa permusuhan, diantara kita semua,” ungkap Tagop, di Ambon, (20/8/2017).

21017682_1922814117980992_672494508_oSalah satu bakal calon Gubernur Maluku periode 2018 – 2023 ini, memaparkan, agenda tersebut dibuat supaya wilayah Leihitu ini bisa dibangun, karena salah satu tolak ukur pembangunan di Maluku, adalah wilayah yang cukup representatif, karena penduduknya banyak, ada di pulau Ambon juga.

“Permasalahan Maluku tidak semudah membalikan telapak tangan. Makanya saya berangkat dari suatu emosional kultur budaya, dan sebagai anak Maluku, saya melihat dalam berbagai permasalahan, tidak lagi lakukan pendekatan secara hukum saja,” jelas Bupati Buru Selatan aktif ini.

Tambahnya, pendekatan hukum adalah pendekatan normatif, tetapi juga pendekatan secara budaya, kultur, adat istiadat kita masyarakat Maluku. Apabila bisa dilakukan, saya yakin, bahwa semua konflik permasalahan yang ada di Maluku bisa terselesaikan. Bukan hanya di Leihitu, tapi juga di Saparua, Haruku, Buru, Seram, dan Maluku Tenggara Raya secara umum, memang sering terjadi konflik interest, konflik miskomunikasi, akibatkan konflik-konflik yang tidak perlu terjadi.

“Sebenarnya, kalau kita mau bangkitkan kembali, bisa melalui pendekatan Budaya secara muslim, mengingat sebagian besar Jazirah Leihitu beragama Islam,” ujarnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top