Militer

Ramai Ramai Deklarasi Anti Miras

Deklarasi anti miras

Ambon, Maluku- Miras salah satu pemicu terjadinya tindakan kriminal di masyarakat. Untuk itu, membuat pihak keaman TNI /Polri maupun Pemerintah yang ada di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terus meningkatkan seruan anti miras kepada Masyarakat.

Untuk itulah sebagai tindak lanjut dalam memberantas miras yang ada di masyarakat Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Camat Leihitu melalui koordinasi dengan  Kodam XVI/Pattimura menggelar Deklarasi Anti Miras.

Raja Hila, Drs Abdur Rahim Ollong,dalam sambutannya mengatakan, mewakili Raja-Raja yang ada di Jazirah Leihitu dirinya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo yang mana telah mengambil langkah inisiatif menggelar deklarasi anti miras kepada Masyarakat yang ada di Jazirah Leihitu.

“Kami berharap kegiatan semacam ini mudah-mudahan bisa berlangsung pada tahun-tahun yang akan datang. Hal ini semata-mata untuk memupuk Silahtuhrami Masyarakat Jazirah Leihitu dengan Pangdam XVI/Pattimura yang baru pertama kali dilaksanakan di Jazirah Leihitu. kalau kita melihat selama ini banyak sekali bukti-bukti yang telah ditunjukan oleh TNI bersama-sama dengan rakyat yang dikenal dengan manunggal ABRI semata-mata membantu masyarakat yang tertimpa Musibah. Satu Hal yang sangat di kaguminya terkait dengan program Pangdam XVI/Pattimura menyangkut dengan emas biru yang mensejahterahkan masyarakat sehingga mampu menghasilkan emas putih bagi perdamaian Masyarakat di Maluku,” ungkap Raja Hila.

Selain itu Camat Leihitu, Drs Amin Sopahliu mengatakan, dalam rangka menindaklanjuti koordinasi yang dibangun oleh dirinya selaku kepala wilayah Jazirah Leihitu dengan Pangdam XVI/Pattimura, kegiatan penandatanganan Deklarasi anti Miras dan malam Keakraban Pemuda-Pemudi Jazirah Leihitu selain menyongsong peringatan HUT RI yang ke-72 dengan dipilihnya Benteng Amsterdam sebagai tempat pelaksanaan semata-mata dalam rangka mempromosikan situs sejarah yang ada di Kecamatan Leihitu.

“Situs sejarah yang ada di Jazirah Leihitu selain Benteng Amsterdam ada juga situs sejarah lainnya seperti Gereja Tua dan Mesjid Tua makanya pilihan Pangdam XVI/Pattimura untuk memilih Benteng Amsterdam. Kegiatan deklarasi anti Miras dan Narkoba yang dilakukan di Jazirah Leihitu ini kiranya memberikan kesadaran kepada semua masyarakat khususnya pemuda dan pemudi Jazirah Leihitu marilah kita tanggalkan perasaan dendam, perasaan tidak suka diantara sesama dan mari kita bangun keakraban di antara sesama sebagai perwujudan Pela Gandong di Maluku istilah sagu salempeng dipatah dua,potong dikuku rasa di daging. Mudah-mudahan melalui malam keakraban yang dicanangkan oleh Pangdam XVI/Pattimura di saat ini kita lepaskan semua perasaan suka dan tidak duka dan sama-sama baku kele manggurebe maju,Lawa Mena Haulala, Insya Allah kerukunan antar kita terus kita pupuk dan jaga untuk membangun jazirah Leihitu yang aman dan damai,” tutur Camat Leihitu

Sementara Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Deden Juhara dalam arahannya mengatakan, malam keakraban Pemuda-Pemudi Jaziarah Leihitu yang diawali dengan Deklarasi anti miras sangat menyentuh Masyarakat yang ada di Kecamatan Leihitu yang juga dirangkaikan dengan kegiatan sepeda goes bersama TNI/Polri yang juga melibatkan masyarakat yang juga dilakukan  menyongsong HUT RI ke-72.

“Deklarasi anti miras yang disaksikan langsung oleh 9 Raja yang hadir merupakan sebuah keberuntungan, untuk itulah diharapkan deklarasi anti miras dapat bermanfaat bagi masyarakat Leihitu. Jangan sampai pemuda dan pemudi beranggapan bahwa kita hanya hidup satu kali untuk itu bersenang senang dengan mengkonsumsi miras merupakan sebuah keharusan.  Tidak, memang kita hidup satu kali, untuk itu jangan kita berfoya-foya dan berpesta pora dengan miras. Jangan kita berasumsi seperti itu. kita punya istri, punya keturunan,punya cucu itu yang harus kita jaga. Makanya kita harus tinggalkan sopi, tinggal kita laksanakan programnya Pangdam XVI/Pattimura yaitu emas biru dengan mengelola sumber daya alam laut yang melimpah bagi kesejahteraan rumah tangga kita,” ungkap Jenderal Berpangkat 2 Bintang Emas itu.

Sedangkan, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo dalam arahanya berharap, Pemuda-pemudi Jazirah Leihitu dapat menjalin hubungan yang sangat erat, kuat dan semakin kokoh.

Sejak tahun 2015, tercatat hampir setiap minggunya  ada laporan perselisihan antara aparat TNI dan Polri yang sebagian besar diakibatkan karena Miras.

Dikatakannya silahturami Pemuda dan Pemudi di Jazira Leihitu yang digelar di  situs sejarah Benteng Amsterdam hendaknya terus dijaga dan dilestarikan sehingga dapat menarik pihak Investor untuk melakukan investasi di Jazirah Leihitu.

” Untuk diketahui bahwa pengelolaan sumber daya kelautan yang menjadi Produk-produk unggulan di Maluku banyak diminati di Negara Jepang yang mana tercatat 27% potensi kelautan ada di Bumi Raja-raja ini. Kalau hari ini pemerintah mengatakan potensi kelautan kita 12,5 ton yang mana 20% ada di Maluku itu berarti 12,5 juta ton itu keseluruhanya ada di Maluku. Untuk itu mari kita jaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah ke laut atau menggunakan bahan-bahan kimia untuk menangkap ikan,” ungkap Pangdam XVI/Pattimura. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top