Seram Bagian Barat

Pungli Di Pasar Piru, Pemkab SBB Diminta Tak Tinggal Diam

pasar piru

Piru,Maluku- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat diminta untuk menertibkan oknum oknum yang tidak bertanggungjawab, yang selalu meminta “Upeti” dari para pedagang yang direlokasi pemerintah Kabupaten SBB di pasar Pelabuhan Piru.

Relokasi pasar untuk sementara oleh pemerintah, pasalnya Pemerintah kabupaten SBB berencana melakukan pemugaran pada pasar samping terminal Piru yang sudah terlihat kumuh.

“Kita memberikan apresiasi luar biasa atas kepedulian Pemerintahan Yasin-Akerina, ini terbukti partisipasi masyarakat khususnya para pedagang yang ingin suasana berusaha dengan lokasi bersih, rapi, nyaman dan aman,” ungkap Wa Ani kepada media ini di Piru, Minggu (13/8/2017).

Sementara itu, pedgang lainnya yang juga turut direlokasi ke Pasar Pelabuhan Piru meminta Pemkab SBB, Polres Seram Bagian Barat, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan SBB untuk menindak tegas oknum oknum yang selalu melakukan pungutan liar terhadap pedagang yang ada di pasar Piru.

“Ada yang datang memungut biaya sewa. biayanya bervariasi antara Rp 500.000 sampai dengan Rp 3 Jutaan, “ ungkap pedagang yang namanya enggan dipublikasikan kepada media ini, Minggu (13/8/2017).

Pemunguta“Upeti” itu karena ada klaim sepihak dari warga, lokasi Pelabuhan Perikanan yang dijadikan pasar sementara, adalah tanah milik pribadi yang belum diganti rugi oleh pemerintah.

Untuk itu, pihaknya meminta perhatian pemerintah Kabupaten Seram untuk mengusut dan menyelesaikan secara tuntas permasalahan yang terjadi di pasar pelabuhan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat itu.

Dilain sisi, salah satu pedagang Pasar Piru (darat) mengapresiasi langkah Pemkab SBB yang telah berinisiasi untuk merubah pasar Piru yang kumuh menjadi lebih baik.

“Kami sangat mendukung program Pemerintahan Yasin-Akerina Kase Bae SBB, artinya saat beliau mendatangi kami di Pasar Piru yang becek, kumuh, bau dan tidak beraturan akan melakukan pemugaran atau renovasi langsung kami sambut baik, karena kami menilai tidak mungkin seorang Bapak akan menelantarkan anak-anaknya, ” jelas Jonathan.

“Langkah berani Bupati Yasin-Akerina melakukan renovasi diawal Pemerintahan ini sungguh luar biasa, pasalnya pemerintahan sebelumnya saat dipimpin, Jacobus F Puttileihalat selama dua periode tak pernah menyentuh hal mendasar kebutuhan masyarakat pedagang, ” tambahnya. (IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top