Ekonomi

Periode Juli 2017 NTP Maluku Turun, Hanya Terima 0,24 Persen

Seorang petani memanen sayuran kangkung di Mungup, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (23/9). Menurut petani harga penjualan sayur kangkung pada musim ini mengalami penurunan harga dari Rp1.500 menjadi Rp1.000 per ikat karena berlimpahnya hasil panen kangkung di musim ini. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc/16.
Petani sayuran Kangkung yang juga menyumbang inflasi perdesaan di Maluku

Ambon, Maluku- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di Maluku pada periode Juli 2017 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen atau 100,85. Penurunan NTP tersebut disebabkan karena peningkatan indeks harga yang di bayar petani sebesar 0,47 persen lebih tinggi dari peningkatan indeks harga yang di terima petani hanya sebesar 0,24 persen.

Hal ini yang mengakibatkan NTP Provinsi Maluku pada juli 2017 masih didominasi oleh tanaman holtikultura yang mencapai 110,75 sedangkan pada tanaman perkebunan rakyat masi bertahan pada level di bawah 100 yakni hanya sebesar 90,20.

“Jadi memang kondisi tanaman perkebunan rakyat sangat menurun, begitupula dengan indeks harga yang diterima petani yang lebih kecil dibandingkan dengan yang dibayar petani,” jelas Ir. Jessica Eliziana Pupella, Kepala Bidang Statistik Distribusi dalam rilis yang disampaikan pada awal bulan Juli 2017.

Menurutnya, kenaikan tanaman holtikultura disebabkan oleh naiknya harga pada komoditi utamanya seperti sayur sayuran (cabai merah, terung panjang, dan kankung) yang secara rata-rata sebesar 1,59 persen, kelompok buah-buahan (jeruk dan pepaya) sebesar 0,26 persen dan kelompok tanaman obat (kunyit) secara rata-rata sebesar 0,30 persen.

Dan memang pada periode Juli 2017 terjadi Inflasi Perdesaan sebesar 0,55 persen yang disebabkan oleh kelompok pengeluaran tertinggi masih ditempati oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,80 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,60 persen. Sedangkan untuk kelompok sandang bertengger pada kondisi 0,18 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14 persen dan terendah ada pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.

Selain itu yang menyumbangkan andil terbesar terhadap inflasi perdesaan di Maluku yakni ikan tembang, ikan layang, ikan selar, kangkung, tomat buah, dan sawi hijau. (MG-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top