Seram Bagian Barat

Pemuda Taniwel Timur Tuding Ketua Latupati Hambat Pembangunan

jalan rusak

Ambon, Maluku- sebagai daerah yang memiliki keterbatasan transportasi, Masyarakat Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagaian Barat berharap adanya perbaikan pembangunan infrastruktur jalan yang baik dari Pemerintah pusat lewat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX Maluku, khususnya jalan yang menghubungakan antara Desa Taniwel dan Desa Saleman.

Pasalnya aktifitas masyarakat Kecamatan Taniwel Timur, sering terhambat akibat akses jalan yang rusak.

“Pembangunan akses jalan di Wilayah Taniwel sampai Kecamatan Seram Utara (Kab.Maluku Tengah), mesti dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Oleh karena itu melalui kajian Staf Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan PT Lintas Equator ditentukan prioritas yang mesti dibangun adalah jalan tanah menjadi jalan aspal tepatnya di wilayah negeri Warasiwa dan seterusnya sehingga beberapa wilayah di Maluku Tengah,” Ungkap Yano Tuarissa, M.Si Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Adat Kab. SBB didampingi Musa Lisake, SH, Sekretaris Bidang Hukum dan Advokasi Himpunan Mahasiswa Adat Kab. SBB dalam realesenya kepada INTIM NEWS, Senin (14/8/2017).

Menuturnya proses pekerjaan jalan ini sudah dikerjakan dengan baik, sehingga perlu dukungan penuh oleh masyarakat. Harapan masyarakat terkait konektifitas (pembangunan) jalan di Kabupaten Seram bagian Barat hingga Kabupaten Mauku Tengah, kian terganggu akibat pernyataan Ketua Latupati Kecamatan Taniwel Timur, Frangky Lumamuly yang mengatasnamakan seluruh upu latu di seluruh negeri Kecamatan Taniwel Timur, yang menolak pembangunan jalan oleh pemerintah.

Jalan Rusak edit“ Beliau mengancam akan memblokir jalan yang dilalui truk-truk perusahan yang mengerjakan jalan. Saya mau katakan ini merupakan cara cara tradisional yang tak berpihak kepada rakyat khususnya pada masyarakat Taniwel, Taniwel Timur hingga Kabupaten Maluku Tengah. Ini juga merupakan upaya untuk menghambat pembangunan,” tegasnya.

Dikatakanya, Proses pembangunan jalan yang dilakukan melibatkan masyarakat.

“Pembangunan jalan juga mengikut sertakan masyarakat di wilayah tersebut. Dimana batu-batu di beli dari hasil kerja keras masyarakat di wilayah tersebut, Ada juga masyarakat yang terlibat langsung dalam pembangunan jalan tersebut , “ Ucapnya.
“ Saya harapkan kepada Ketua Latupati Kecamatan Taniwel Timur jangan melakukan hal hal yang bisa mkerugikan masyarakat. Ini program pemerintah, dan jangan sampai ada kepentingan pribadi Ketua Latupati terkait dengan hal ini., “ tambahnya.

Ditakutkannya, dengan adanya ancaman dari Ketua Latu Pati Kecamatan Taniwel Timur, dapat berimbas pada proses pengerjaan jalan yang ada disana. Pasalnya menurut hematnya, perusahan yang menangani pengerjaan jalan tersebut dapat meninggalkan pekerjaannya dengan alasan kondisi keamanan.

“Perlu diingat bahwa dengan adanya pekerjaan jalan di wilayah negeri warasiwa dan sekitarnya, maka masyarakat yang ingin ke daerah tersebut sudah terbantu. Jika ada kendala, kami siap bersama dengan Latu Pati ke BPJN Wilayah IX Maluku untuk menyalurkan aspirasinya, “ Tandasnya. (IN-01/IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top