Hukum & Kriminal

Pakai Narkoba Golongan 1, Bos Murni Utama Di Dakwa 9 Tahun Penjara

21017804_1575049635851651_1114866492_o
Bos Murni Utama, William Stenley (berkacamata) didakwa 9 tahun penjara dalam Sidang di PN Ambon, (22/8/2017)

Ambon, Maluku – Pengadilan Negeri Ambon kembali menggelar sidang untuk perkara kasus narkoba dengan angenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon dengan terdakwa William Stenley dan Michael Makatita, Selasa (22/8/2017).

Sidang yang dipimpin langsung oleh Majelis Hakim S. Pujiono (Hakim Ketua) yang didampingi oleh Leo Sunarko dan Crhristina Tetelepta (Hakim Anggota ini, dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon Liliana Helut, SH, yang membacakan dakwaan terhadap masing-masing terdakwa Bos Murni Utama William Stenley yang didakwa 9 tahun penjara, dengan Subsidier 4 bulan penjara dan diharuskan membayar denda sebesar Rp 800 juta.

William Steney didakwa sesuai dengan pasal 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 miliar.

Sedangkan untuk terdakwa Michel Makatita yang merupakan salah satu karyawan terdakwa William Stanley, didakwa oleh JPU Kejari Ambon dengan hukuman penjara 2 tahun dengan pasal yang disangkakan dengan pasal 127 ayat 1 berbunyi setiap penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
Usai membacakan dakwaan kedua terdakwa, JPU Kejari Ambon memberikan kesempatan kepada Mejelis Hakim untuk menanyakan hasil dakwaan kepada Jidon Batmomolin Cs selaku Pengacara Hukum kedua terdawa. Dengan memikirkan pertimbangan dari Dakwaan JPU Kejari Ambon, pengacara Jidon Batmomolin CS diberikan kesempat untuk mengajukan pembelaan dengan sidang yang akan dilanjutkan pada, Selasa pekan depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari dalam kamar tidur tersangka, polisi berhasil menemukan barang bukti (BB) serbuk kristal putih sebanyak 11 plastik bening yang diduga sabu. Berat total sekitar 40 gram. BB lain yang ditemukan berupa dua alat hisap sabu (bong), sejumlah plastik bening, dua buah korek api gas, dua buah kotak penyimpan sabu serta uang tunai sebanyak Rp.500 ribu. Terungkap dan tertangkapnya tersangka Stenley Wiliams ini setelah beberapa jam sebelumnya personil Satnarkoba Polres Pulau Ambon berhasil mengamankan seorang warga Soa Bali, yakni, Michael Makatita (28) dengan BB dua paket sabu. Makatita ditangkap Rabu, (25/4) sekira pukul 03:00 WIT di salah satu kamar kost di kompleks Tugu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau-Ambon. Kepada personil kepolisian, Makatita ‘bernyanyi’, kalau sabu di tangannya berasal dari Wiliams Stenley (bos Firma Murni Utama). Beberapa jam kemudian, Wiliam Stenley dibekuk di kediamannya. Polisi kemudian menemukan sejumlah BB, termasuk sabu 40 gram miliknya. Pasal yang dijerat kepada Wiliams adalah pasal 114 dan atau pasal 112 Undang-Undang Nomor: 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top