Maluku

Melkias Frans : Jangan Lagi Besar-Besarkan Masalah RMS

melki frans

AMBON, MALUKU – Diwawancarai usai fit and propert test oleh DPW PKS Maluku, bakal calon (balon) Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023 Melkias Frans menegaskan, jangan lagi ada penjagaan ekstra ketat dan membesar-besarkan masalah Republik Maluku Selatan (RMS).

“Makanya, mesti pemerintah daerah dan DPRD, bertemu dengan Presiden. Minta ratas, (rapat terbatas) kabinet, khususnya di bagian Menko Polhukam, untuk kita bicarakan. Kita minta supaya, jangan lagi RMS itu dibesar-besarkan. Jangan lagi pengamanan ekstra ketat, ditakuti pada hari-hari itu, supaya clear, biarlah tetap jadi sejarah saja,” tegas Frans, Sabtu malam (12/08/2017), di Swisbell Hotel.

Dia beranggapan, RMS sudah tidak ada lagi. Setiap bulan April, tetap penjagaan ekstra ketat. Mereka tunggu ada kain satu lembar.

Sambung Ketua Komisi A DPRD Maluku ini, mestinya, paradigma  itu dihapus. Hal itu dilakukan agar, kedepan tidak merugikan Maluku dari segi pembangunan, juga generasi generasi emas di Maluku.

“program-program yang datang ke Maluku, atau anak-anak Maluku ini yang mau ikut berlomba,ikut seleksi, pada hal-hal yang penting, selalu saja bilangnya,RMS. Kita rugi itu, dari segi daerah, harus dihapus total. Dan cara menghapusnya, jangan lagi pengamanan ekstra ketat. Nanti, kalau kita ini senang dengan kain-kain yang warna itu, kita jahit saja taruh di rumah, di bilang lagi RMS. Masih ada banyak hal yang harus kita bicara, untuk kemajuan daerah,”tuturnya.

Sebelumnya, Mozes Rudy Frans Timisela (MRFT), juga sudah menyampaikan konsepnya pada agenda yang sama,selaku sesama balon wagub. MRFT tawarkan konsep perkawinan politik, dengan memasangkan yang tua dan yang muda.

Katanya, agar regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik,berikan peluang bagi kaum muda untuk mengeksplor kemampuannya, guna membangun Maluku. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top