Pemerintahan

Kunjungan Kerja Menteri BUMN di MBD

Pangdam Dampingi Menteri BUMN

Ambon, Maluku- Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo mendampingi Menteri BUMN Republik Indonesia Ibu Rini Soemarno yang melaksanakan kunjungan kerja dan pemberian Bantuan dari Kementrian BUMN kepada Warga Masyarakat yang ada di Perbatasan NKRI- Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) yaitu Pulau Lirang, Wetar dan sekitarnya, Maluku Barat Daya, (7/8/2017).

Turut mendampingi dalam rombongan, Wakil Gubernur Maluku Bpk Zeth Sahuburua, Kapolres MBD, Muspika MBD, Danrem 151/Binaya Kolonel Inf Christian Kurnianto Tuhuteru, Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Ryan Hermawan, Ketua adat Ds. Ustutun ( Lucash Mabaha ), Danramil 1507-06/Wetar Kapten Inf H.Tarobat dan Kapolsek Wetar Ipda Christian Ahab.

Kegiatan dimulai dengan peresmian Tugu Merah Putih oleh Menteri BUMN, Pangdam XVI/Pattimura, Wakil Gubernur Maluku dan Upacara Penaikan Bendera merah putih yang dipimpin oleh Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Ryan Hermawan di Dusun Manoha. Dilanjutkan rombongan menuju SD dan SMKN Perikanan dan Kelautan Dusun Manoha, di SMKN Perikanan Bantuan-Bantuan yang diberikan berupa sumbangan alat-alat tulis, baju seragam sekolah, Infokus, Printer, Bola Volly dan Bola Kaki.

Pengibaran Bendera di LirangSetelah itu rombongan meninjau pemasangan Broadband Learning Center (BLC) dan melepas Siswa SMK untuk melanjutkan pendidikan siswa Nusantara ke Jogjakarta yang merupakan Program Bantuan dari Bank Mandiri. Rombongan selanjutnya meresmikan Tugu Kode Pos Wetar Barat dan peresmian BTS Combet Telkomsel yang ditandai dengan pemotongan pita oleh menteri BUMN.Menteri BUMN dan rombongan mengadakan tatap muka dengan toga.toda dan toma yang ada di Dusun Ustutun yang bertempat di Lapangan Bola Kaki Desa Ustutun.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahaburua dalam sambutannya menyampaikan kehadiran rombongan ke Pulau Lirang untuk menancapkan bendera merah putih di Tapal Batas NKRI sebagai tanda menjaga kedaulatan NKRI.  Sementara Bupati MBD Barnabas Orno dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran menteri BUMN yang telah memberikan bantuan-bantuan yang meringankan beban pemerintah daerah. Baginya, APBD juga menjadi kendala terbesar dalam memajukan dan mensejahterakan Warga, untuk itu dengan kehadiran Menteri BUMN pihaknya berharap daerahnya dapat diberikan perhatian.  Menyikapinya, Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno menyampaikan Kementrian Badan Usaha Milik Negara ingin membantu segala kesulitan-kesulitan dan membangun Infrastruktur khususnya Daerah Pulau terluar termasuk MBD.

“Saya berharap Pulau Lirang Kedepannya menjadi Lebih maju dan lebih sejahtera karena saat ini Pulau Lirang telah di Jangkau dan telah di Pasang PLN,Terkomsel, Kode Pos, BRI dan Transportasi PELNI”, ujar Rini.

Pengibaran 1000 Bendera di Pulau Lirang

Pengibaran bendera di Lirang2Sementara itu, dalam Rangka memperingati Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ke -72 dan atas gagasan dari pemuda Pulau Wetar yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar dan Lirang (P3WL) Ambon melaksanakan pengibaran bendera merah putih di sekeliling kawasan Pulau Lirang Kec. Wetar Barat Kab. Maluku kurang lebih sejauh 7 Km yang pemasangannya selesai pada Minggu sore. Alasan dipilihnya Pulau Lirang karena mengingat lokasi Pulau Lirang yang berbatasan langsung dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL). Dengan membawa ribuan tiang batang bambu, sukarelawan yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar dan Lirang (P3WL) Ambon bersama TNI/Polri khusunya Kodam XVI/Pattimura menancapkan tiang bambu di pantai-pantai sekeliling Pulau Lirang sampai ke Tugu Tapal Batas.

Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Ideologi Kolonel Arh Mokoginta Sihotang menyampaikan, Ini merupakan aksi 1.000 bendera Merah Putih untuk Pulau Lirang, tujuan kegiatan ini selain memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke -72, mempersiapkan kunjungan Menteri BUMN Ibu Rini Somarno, juga merupakan wujud kepedulian Bangsa Indonesia khususnya Masyarakat Maluku yang tetap memberikan perhatian terhadap daera-daerah/pulau-pulau terluar, sehingga diharapkan tidak adanya perasaan di “anak tirikan”.

“Kegiatan ini bertujuan agar nasionalisme tetap tertanam pada masyarakat di Pulau Wetar dan Lirang”, Ujar Kolonel Arh Mokoginta.
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diadakan pertama kalinya di Maluku.(IN/PNDM)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top