Kota Ambon

Kawasan Mangrove Kota Ambon Terancam Sampah

20952188_1905593319706203_1669401542_o
Sampah yang dibersihkan di kawasan Mangrove desa Poka, Kota Ambon, Jumat (18/8/2017)

Ambon, Maluku – Kondisi sampah yang mulai menumpuk membuat ekosistem mangrove yang terdapat di desa Poka, tepatnya didepan PLTD Poka Kecamatan Teluk Ambon mualai memburuk. Sedikitnya ada 5 truk sampah yang dikerahkan oleh BLH Kota Ambon, untuk membersihkan dan mengumpulkan sampah yang terdapat disana, berbagai jenis sampah yang diangkat tersebut mulai dari sampah plastik, sampah kayu dan jenis sampah rumah tangga lainya dibersihkan Jumat, (18/8/2017)

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Komunitas Moluccas Coastal Care dan Trash Hero Ambon dan diberi slogan “Gerakan peduli pesisir” yang merupakan kali kedua setelah kegiatan yang sama dilaksanakan pada Jumat, 28 Juli 2017 lalu.
20916856_1905593389706196_1602040931_nIni merupakan gagasan dari para pemuda yang tergabung dari berbagai komunitas pencinta lingkungan Maluku.
Menurut salah seorang dari aktivis pecinta lingkungan dari Komunitas Moluccas Coastal Care (Kalesang Pesisir Maluku) Wendy Waileruny di sela-sela kegiatan bersih-bersih mangrove di depan PLTD POKA tersebut, bahwa kegiatan ini dilakukan karena kepedulian dan keterpanggilan dengan kondisi lingkungan pesisir Ambon yang sangat tercemar dengan sampah.

Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan penghargaan Adipura yang diterima Kota Ambon sebagai kota yang bersih, namun kondisi pesisir kota Ambon malah memprihatikan, hal ini sangat mengacam kehidupan mangrove dan biota yang hidup di dalamnya.

Menurutnya, sebagai kota yang mendapat penghargaan ADIPURA, pemerintah kota juga harus melihat permasalahan sampah yang dihadapi oleh kawasan pesisir di Ambon. Dalam UU No 18/2008 megatakan bahwa Walikota atau Bupati bertanggung jawab atas pengelolaan sampah yang ada di daerahnya. Sehingga sampah yang ada di kawasan mangrove Poka adalah salah satu dari sekian kawasan mangrove yang terancam kehidupannya oleh sampah yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Sampah merupakan salah satu tantangan besar bagi kehidupan mangrove selain merusak pertumbuhan, sampah bahkan dapat menghancurkan bibit yang baru ditanam.
Sampah juga merupakan salah satu dari sekian banyak persoalan yang dihadapi kawasan pesisir Maluku. Bila dilihat, kawasan mangrove yang terdapat di Kota Ambon banyak sekali terdapat sampah bawaan dari sungai atau bahkan sampah yang dibuang oleh masyrakat langsung ke laut.

“ Kami berencana akan melakukan sosialisasi berupa edukasi kepada masyarakat khusunya kepada anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar tentang pentinganya menjaga kelestarian ekosistem peisisir dari sampah dan ancaman lainnya yang dapat mengancam kelestarian ekosistem pesisir,” katanya. (MG-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top