Buru

Kades Wamlana Dituding Selewengkan Dana Desa

21146777_1912524188764510_687213860_o
Bukti foto pekerjaan pembangunan saluran drainase yang tidak ada, hanya berupa tambalan dari pekerjaan sebelumnya di tahun 2016

Buru, Maluku – Warga Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru, meminta kantor Inspektorat dan pihak terkait lainnya agar mengontrol pemanfaatan anggaran dana desa, karena ditenggarai Kades Wamlana, Majid Luhulima menyelewengkan anggaran tahun 2016 lalu.

Permintaan warga Desa Wamlana itu tertuang dalam surat tertanggal 14 Agustus 2017 lalu, yang ditujukan kepada Kepala Inspektorat Buru, dan diberi tembusan kepada Kajari Namlea, Camat Fenalisela, dan Kapolsek Airbuaya.
Dalam surat tersebut, tokoh pemuda Arsad Fua, dan tokoh masyarakat Taklip Salasiwa, mengungkapkan adanya pekerjaan pembangunan saluran drainase sepanjang 450 meter dan 150 meter pada dua lokasi terpisah.

21170878_1912524162097846_270195427_oSesuai RAB Desa, terungkap kalau pekerjaan yang memanfaatkan pos dana desa itu masing-masing senilai Rp.149.876.200.00.- untuk 450 meter, dan Rp.51.850.000.00.- untuk 150 meter. Namun berdasarkan fakta di lapangan, diperkuat dengan dokumentasi foto di lapangan, warga mengaku kalau tak ada pekerjaan pembangunan saluran drainase yang baru. Kades hanya menyuruh tukang untuk menambal sulam saluran yang telah ada peninggalan proyek ABPD II beberapa tahun sebelumnya. Warga ini juga menyentil adanya dugaan penyalahgunaan dana bumdes di tahun 2016 lalu. Sesuai pos anggaran yang tertera pada RAP belanja Desa, ada dana pemberdayaan Rp.209.820.000.00.- yang dimaksudkan antara lain untuk pelatihan, pembentukan dan pengembangan bumdes.

Namun berdasarkan pengakuan Ketua Bumdes, Noho Rumaela, kalau dirinya hanya disodori uang Rp.100 juta oleh kades.
21169409_1912524178764511_1715338899_oSetelah dipotong kegiatan dan lain-lain, kades mengaku masih ada tersisa Rp.52 juta yang seharusnya ikut disetorkan kepada ketua bumdes sebagai tambahan modal. Namun sampai tahun anggaran 2017 ini, modal tambahan Rp.52 juta itu entah berpindah tangan ke kantong siapa.

Warga melalui dua tokohnya ini juga melaporkan pemanfaatan dana desa tahun 2017 yang sangat tidak transparan. Mereka meminta agar inspektorat dan pihak terkait agar turun memonitor di lapangan, sehingga tak berulang dugaan penyelewengan dana desa tahun 2017 ini. (CR-05)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top