Pendidikan

Ini Penyebab SMAN 4 Ambon Wakili Indonesia di Tingkat ASEAN

SMAN 4 Ambon

Ambon, Maluku- Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Ambon, Maluku, ditetapkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mewakili Indonesia dalam perlombaan sekolah adiwiyata mandiri tingkat Negara-negara Asia Tenggara Tahun 2017.

SMA Negeri 4 Ambon yang dulunya bernama SMA Negeri Lateri baru saja meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan, yakni tropi Adiwiyata Mandiri 2017.

Tropi Adiwiyata Mandiri diserahkan Presiden Joko Widodo kepada kepala SMA Negeri 4 Ambon, Henny Haurissa di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Jakarta, Rabu (2/8) lalu.

SMA Negeri 4 Ambon terpilih mewakili provinsi Maluku untuk kategori sekolah berwawasan lingkungan dan berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan.

tropi

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy kagum dan bangga atas prestasi yang diraih SMA Negeri 4 Ambon. Ke depan, tegas Louhenapessy, pengelolaan sekolah berwawasan lingkungan akan menjadi perhatian terutama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Henny Haurissa merasa bangga atas penghargaan yang diberikan pemerintah kepada sekolah yang dipimpinnya. Ia mengatakan perolehan tropi Adiwiyata Mandiri merupakan kerja keras seluruh pihak, baik dinas Pendidikan, maupun jajaran guru, komite, siswa SMAN 4 Ambon dan dukungan para alumni.

Haurissa mengungkapkan saat ini pihaknya tengah membina tiga sekolah lainnya, yakni SMP Negeri 9 Ambon , SMP Negeri 13 Ambon dan SMA Negeri 3 Ambon agar bisa berprestasi.

’’Kalau waktu kita itu pendampingan langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi untuk sekolah binaan, kita sendiri yang berperan sebagai pendamping. Dan tiga sekolah yang dibina telah lolos Adiwiyata tingkat kota dan provinsi. Kita akan mendorong agar dapat memperoleh penghargan yang sama,” tandas Haurissa kepada pers di ruang kerjanya, Selasa (15/8).

Haurissa mengakui perlombaan tingkat ASEAN relatif berat karena pesertanya berasal dari Negara-negara Asia Tenggara yang juga sudah memiliki persiapan matang. ’’Memang perlombaan untuk tingkat ASEAN ini sangat berat, tetapi dengan dukungan dari seluruh pihak, terutama dari pihak sekolah, saya optimis sekolah ini akan dapat memberikan hasil yang baik,’’ tandas Haurissa.

Ketua Komite SMA Negeri 4 Ambon Nelson Maitimu juga tak kuasa menahan rasa bangganya atas apa yang diraih almamaternya itu. ’’Bagaimana saya tidak bangga, dulu waktu saya sekolah di sini, orang istilahkan SMA Negeri Lateri sebagai sekolah buangan, padahal di sini banyak siswa dari seluruh Indonesia pernah menimba ilmu di sekolah ini. Prestasi ini karena kerja keras pimpinan sekolah, dewan guru, seluruh siswa, penjaga sekolah, komite sekolah, Dinas Pendidikan Kota Ambon, alumni, dan dukungan masyarakat,’’ papar Maitimu. (IN-01/ROS)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top