Seram Bagian Barat

Bupati Diminta Evaluasi Kwarcab SBB Soal Pembinaan Mental

20841616_1449828311778897_949294010_o
Bupati SBB, M Yasin Payapo saat membuka kegiatan Pramuka se-Kabupaten SBB

SBB, Maluku – Pembinaan dan pendidikan karakter mental serta disiplin dilaksanakan selama 4 hari dalam bentuk camping yang dimulai dari hari Jumat, 11 Agustus 2017 dan berakhir hari ini Senin 14 Agustus 2017 yang berlokasi di depan Gedung Putih, Jalan Trans Seram Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (14/8/2017) dinilai gagal total. Pasalnya, para peserta dari penggalang dan penegak yang mengikuti, sekira Pukul 01.35 WIT kedapatan masih banyak berkeliaran, seperti tidak ada aturan dalam perkemahan, bahkan dari meja panitia justru memutar musik bergenre melankolis dan lain-lain.

Bupati harus mengevaluasi Ketua Kwarcab SBB yang juga Sekda SBB, Mansur Tuharea, Ketua Panitia Camping, Roy Vanharling dan semua kakak-kakak pembina dari masing-masing gugus depan (Gudep) se-Kabupaten SBB.

“Kami menilai pembinaan karakter, mental, disiplin, Etika, selama kegiatan Pramuka ini gagal total. Kami melihat para siswa penggalang dan penegak, pra dan pasca penyalaan api unggun, dibiarkan bebas tanpa diatur, ” jelas beberapa orang tua siswa yang ikut hadir (13/8/2017).

20841705_1449920055103056_1259824552_o

Ketua Kwarcab SBB, Mansur Tuharea, usai kegiatan Pramuka Kabupaten SBB

Lebih ironisnya lagi, saat pesta api unggun masing-masing Gudep  tidak menampilkan atraksi bakat dan seni, justru yang ditampilkan adalah dance dan lainnya, sementara yang menampilkan kesenian atau pentas budaya lokal tarian Sawat hanya MAN Waimital, Tarian Orlape SMP 7 Kairatu, selain itu ada siswa yang mementaskan lagu yang tak memuat unsur etika. Harusnya berisi muatan lokal (Mulok), lagu-lagu daerah, lagu-lagu perjuangan yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme guna mencerminkan rasa persatuan dan kesatuan, cinta tanah air.

Peserta yang ikut kegiatan ini ada sebanyak 371 orang, terdiri dari penggalang putra 13 regu dan 12 regu penggalang putri yang berjumlah 171 orang. Sedangkan untuk penegak, masing-masing 9 sangga putra dan 7 sangga putri berjumlah 126 orang serta, dengan pembina sebanyak 54 orang sebagai perwakilan masing-masing Kwartir ranting se-Kwarcab SBB.

Ketua Panitia Roy VanHarling, S.Pd menyampaikan terima kasih untuk kritik dan saran yang disampaikan oleh para orang tua, ke depan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kemajuan Gerakan Pramuka Kabupaten SBB.

” Semuanya kami terima, akan jadi bahan evaluasi kami bagi kemajuan pramuka di Kabupaten SBB kedepan,” ucap VanHarling.

Perkemahan Pramuka Kwarcab Seram Bagian Barat dalam rangka HUT Pramuka ke 56 tahun 2017, diarahkan oleh Panitia Pelaksana Junaedi Isa, S.Pd, yang berharap adanya kegiatan sebagai bentuk semangat generasi muda melalui gerakan Pramuka ini.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui perwakilan sekolah masing-masing, dengan atraksi yang diperagakan antara lain tari – tarian, dan olah vokal.

Kegiatan tersebut akhirnya selesai pada pukul 23.50 wit dan para peserta kembali ke tenda masing untuk istirahat dan mempersiapkan diri untuk kegiatan Apel Besar yang akan dilaksanakan pada hari ini. Namun hingga pukul 01.30 wit memang masih banyak peserta pramuka yang berkeliaran, foto-foto, bergerombol pada sudut-sudut camp, tidak ada penjaga serambi, sehingga lalu-lalang siswa-siswi sebagian besar tidak menggunakan atribut pramuka, sehingga sulit membedakan peserta atau bukan, dan ini telah membuat  gerakan pramuka sudah lari dari “Roh” nya. (IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top