Hukum & Kriminal

Berkas Perkara Pembunuhan Supir Dinas Kebersihan Kota Ambon Tahap 1

Korban dan Barang Bukti
dokumentasi INTIM NEWS

Ambon, Maluku – Berkas perkara kasus pembunuhan dengan menggunakan pagar beton yang menewaskan, Habel Ruben Matakena (41) supir truk pengangkut sampah Dinas Kebersihan Kota Ambon yang terjadi di belakang Soya, Jl Rijali RT 005/RW 04, Kelurahan Karang Panjang Ambon, masih tahap 1 (P-19) oleh pihak Penyidik Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Ambon dengan mengembalikan berkas penyelidikan ke pihak Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal umum.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Ambon, Sahrul Anwar saat ditemui Intim News diruangannya, Senin (21/8/2017), mengatakan untuk berkas pembunuhan supir truk sampah Dinas Kebersihan Kota Ambon dengan tersangkanya Erlon Gusti Maruanaya, Wilyam Mario Timisela, dan Marfin Pattipelohi, pihak penyidik pidana umum Kejari Ambon telah mendalami berkas perkaranya. Dari hasil penyelidikan berkas perkara tersebut masih ada kekurangan yang perlu untuk dilengkapi oleh Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satrekrim) Polres P.Ambon dan P.P.Lease.

Baca Juga : Di Ambon, Seorang Pemuda Dilabrak Pakai Pagar Beton Hingga Tewas

” Kami selaku Penyidik Pidum Kejari Ambon sudah melalukan penelitian terhadap berkas perkaranya untuk sementaranya masih ada kekurangan. Untuk itu berkasnya telah dikembalikan oleh Penyidik Pidana Umum Kejari Ambon kepada Penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease untuk dilengkapi sesuai dengan petunjuk dari Penyidik Pidum Kejari Ambon apakah sudah lengkap atau masih butuh data tambah untuk melengkapi berkas perkaranya. Sesudah berkasnya dinyatakan lengkap baru pihak Penyidik Satreskrim bisa mengajukan kembali ke Penyidik Pidum Kejari Ambon berupa penyerahan barang bukti dan tersangka (P-21),” ungkap Kasipidum Kejari Ambon.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Pemuda Dengan Pagar Beton di Ambon Dibekuk Polisi

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan P.P. Lease, AKP Teddy, SH, S.I.K, yang dikonfirmasi Intim News diruanganya membenarkan adanya pengembalian berkas pemeriksaan penyelidikan oleh Penyidik Pidana Umum (Pidum) Kejari Ambon ke pihak Penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P. Lease terkait kasus pembunuhan sopir truk sampah Dinas Kebersihan Kota Ambon.

” Untuk kasus pembunuhan Habel Ruben Matakena (41 tahun) supir truk pengakut Dinas Kebersihan Kota Ambon yang terjadi di belakang Soya, Jl Rijali RT 005/RW 04, Kelurahan Karang Panjang Ambon, Penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P. Lease telah menerima pengembalian berkas tahap P-19 (Pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) oleh Penyidik Pidum Kejari Ambon tanggal 20 Agustus 2017,” tuturnya.

Dikatakakanya dengan pengembalian berkas P-19 oleh Penyidik Kejari Ambon, pihak Satreskrim Polres P. Ambon dan P.P.Lease akan mengupayakan untuk pemeriksaan mempercepat pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas penyelidikan sesuai dengan petunjuk dari Penyidik Pidana Umum Kejari Ambon.

” Diupayakan segera tahap 2 oleh Penyidik Satreskrim Polres. Tinggal dilengkapi berkasnya, setelah berkas perkara lengkap Penyidik Satreskrim dalam beberapa minggu akan berusaha untuk mengembalikan hasil pemeriksaannya ke Penyidik Pidum Kejari Ambon untuk ditingkatkan ke tahap P-21 (Pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap),” ungkap AKP Teddy.

Untuk kasus pembunuhan Habel Ruben Matakena (41 tahun) supir truk pengakut Dinas Kebersihan Kota Ambon yang terjadi di belakang Soya, Jl Rijali RT 005/RW 04, Kelurahan Karang Panjang Ambon, Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease telah menetapkan 3 orang tersangka masing-masing Erlon Gusti Maruanaya,Wilyam Mario Timisela, Marfin Pattipelohi.

” Untuk tersangka Erlon Gusti Maruanaya ditangkap oleh Polsek Amahai yang kemudian menyerahkan tersangka ke Polres P.Ambon dan P.P.Lease. Sedangkan untuk 2 tersangka Wilyam Mario Timisela, Marfin Pattipelohi menyerahkan diri ke pihak Ditreskrimum Polda Maluku yang kemudian pihak Ditreakrimum menyerahkan ke 2 tersangka kepada kami Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease. Ke 3 tersangka dijerat dengan pasal 338,170,dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan 6 tahun penjara,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top